Pertumbuhan Pariwisata Indonesia Tercepat Didunia

Praya (Suara NTB) – Pertumbuhan sektor pariwisata nasional tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 25,68 persen. Sehingga berhasil menempatkan Indonesia ke dalam daftar 20 negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia.

Demikian disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arif Yahya, saat berbicara di hadapan ratusan mahasiswa Poltekpar Lombok di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah (Loteng), Jumat, 20 Oktober 2017 lalu.

Iklan

Ia menjelaskan, pertumbuhan sebesar itu jauh di atas pertumbuhan pariwisata regional Asean yang hanya 7 persen. Bahkan, jauh di atas pertumbuhan pariwisata global yang tumbuh sekitar 6 persen. Itu artinya, pertumbuhan pariwisata nasional 4 kali lebih cepat dari pertumbuhan pariwisata regional Asean dan global.

Lebih spesifik lagi, pertumbuhan pariwisata nasional juga mengalahkan negara-negara pesaing pariwisata di regional Asean. Seperti Malaysia yang justru pertumbuhan pariwisatanya – 0,83 persen. Kemudian Singapura dan Thailang tidak lebih dari 5 persen.

“Ini berarti pula, pariwisata nasional tumbuh 5 kali lebih cepat dari negara pesaing utama di regional ASEAN,” tambahnya.

Bagi indonesia, pertumbuhan pariwisata yang begitu pesat tersebut telah menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor penyumbang utama devisa nasional. Bersama dengan sektor migas (minyak dan gas), batubara serta kepala sawit.

Memang untuk saat ini, sektor pariwisata hanya berada di urutan kedua penyumbang devisa di bawah kelapa sawit. Dengan kontribusi mencapai sekitar USD 13 miliar. Sedangkan kepala sawit menyumbang hampir sekitar USD 16 miliar. Baru kemudian diikuti sektor minyak dan gas (migas) serta batubara.

Tapi dengan pertumbuhan yang mencapai 25,6 persen tersebut maka tahun ini sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa tertinggi nasional. Mengalahkan sektor-sektor lainnya.

“Dengan pertumbuhan sebesar 25,6 persen itu, maka tahun ini kontribusi sektor pariwisata kepada devisa negara diperkirakan mencapai USD 17 miliar. Sementara kelapa sawit dengan pertumbuhan sekitar 6 persen, bakal menyumbang devisa tidak lebih dari USD 16 miliar,” terangnya.

Sehingga tidak salah kalau pemerintah pusat benar-benar memberi perhatian khusus kepada pengembangan sektor pariwisata. Karena melihat potensi dan kontribusinya bagi negara begitu besar. “Pariwisata sekarang ini menjadi primadona baru Indonesia,” tandas Menpar.

Apa pentingnya bagi NTB khususnya Pulau Lombok? Sebagai salah satu destinasi pariwisata andalan nasional, maka pemerintah pusat terus memacu pertumbuhan pariwisata di daerah ini. Berbagai kebijakan telah dan tengah dipersiapkan oleh pemerintah pusat. Untuk bisa lebih mempercepat pertumbuhan pariwisata di daerah ini.

Karena dengan begitu, bisa mendorong pertumbuhan pariwisata nasional. “NTB dengan KEK Mandalika dan berbagai potensi pariwisata lainnya diharapkan bisa berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan pariwisata nasional,” tandas Arif. (kir)