Pertumbuhan Ekonomi NTB sebaiknya Tidak Tergantung Sektor Tambang

Mataram (Suara NTB) – Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengingatkan agar NTB benar-benar melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonominya kepada sektor alternatif selain tambang. Ketergantungan pertumbuhan ekonomi terhadap sektor penggalian akan berdampak pada fluktuasi pertumbuhan ekonomi.

“Ekonomi NTB itu, saat ini ketergantungannya dengan angkanya Newmont (saat ini PT. AMNT) masih besar sekali. Jadi kalau lihat ekonomi NTB, pisahkan saja,” katanya kepada Suara NTB pada malam anugerah Bank Indonesia di Museum Bank Indonesia, akhir pekan kemarin.

Iklan

Jika AMNT berproduksi baik, maka pertumbuhan ekonomi NTB otomatis mengalami peningkatan yang signifikan. Begitu pun sebaliknya. Karena itulah, harus diversifikasi di NTB , paling bagus pariwisata.

“NTB itu potensinya pariwisata tuh, sudah dapat brand pariwisata syariah kan, bagus itu dikembangkan secara massif,” demikian Mirza.

Sementara dari Kajian Ekonomi Regional (KER) Bank Indonesia Provinsi NTB dijelaskan. Untuk tahun 2016 secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi NTB mengalami perlambatan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB tahun 2016 tercatat 5,82 persen (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2015 yang tercatat 21,77 persen (yoy).

Dari sisi permintaan, perlambatan tersebut terkait pertumbuhan ekspor tidak setinggi tahun sebelumnya. Faktor base effect pertumbuhan sektor pertambangan tahun 2015 hingga 107,03 persen (yoy), terkait kuota ekspor yang meningkat hingga dua kali lipat, mempengaruhi pertumbuhan tahun 2016.

Dari sisi sektoral, perlambatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB tahun 2016 selain disebabkan oleh perlambatan kinerja sektor Pertambangan dan Penggalian juga terkait perlambatan kinerja sektor Pertanian. Jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2016 yang tercatat sebesar 5,02 persen (yoy), pertumbuhan ekonomi NTB masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi non tambang Provinsi NTB untuk tahun 2016 menunjukkan

peningkatan. Ekonomi Provinsi NTB non tambang sepanjang 2016 tumbuh sebesar 6,01 persen (yoy),

lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 5,71 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang sektor Perdagangan Besar dan Eceran (1,16 persen), sektor Konstruksi (0,98 persen), dan subsektor Penggalian (0,59 persen). (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here