Pertengahan 2021, Pusat Pengolahan Beras Senilai Rp83 Miliar Rampung

Abdul Muis. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Investasi Perum Bulog untuk pusat pengolahan beras mulai dikerjakan. Rencananya, rampung pada pertengahan tahun ini. Bulog menginvestasikan sebesar Rp83 miliar untuk membangun kawasan ini. Lokasinya ditempatkan di Kabupaten Sumbawa. “Sekitar Juni (2021) sudah selesai,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin, 11 Januari 2021, Muis mengatakan, mesin-mesin penggilingan dan silonya tinggal pasang. Dikerjakan oleh salah satu BUMN. Nantinya kawasan pengolahan gabah menjadi beras dalam bentuk kemasan ini akan menggerakkan ekonomi kerakyatan. Khususnya di daerah penyangganya. Mesin penggilingannya berkapasitas 20 ton sehari. Silo untuk penampunganya berkapasitas 6.000 ton.

Di Indonesia, hanya dibangun di beberapa daerah lumbung pangan nasional. Salah satunya di NTB. Muis menambahkan, dampak ekonomi yang akan muncul adalah serapan tenaga kerja di dalam kawasan ini. beras kemasan yang akan dihasilkan adalah beras super yang dapat diekspor langsung. “Ada mesin pemilih bulir-bulir beras yang utuh. Warnanya juga sama. Dan standarnya beras ekspor. Di kemas langsung ditempat,” imbuhnya.

Selain serapan tenaga kerja, petani juga untung. Ada kepastian pasar (pembelian). Tempat-tempat penggilingan yang ada di NTB juga bisa menjadi mitra. Atau petani secara berkelompok dapat menjual gabahnya. Berapapun banyaknya. “Kawasan ini nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi NTB. Kita bersyukur, Bulog pusat memilih berinvestasi di NTB,” demikian Muis. (bul)