Pertaruhan Indonesia di Dunia Internasional, Kemenkes Minta NTB Bentuk Tim Urus Penerapan Prokes WSBK Mandalika

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr. Siti Khalimah meninjau kesiapan Medical Center Pertamina Mandalika International Street Circuit sebagai lokasi penanganan rider yang mengalami kecelakaan saat balap. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gelaran World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, 19 – 21 November mendatang menjadi pertaruhan Indonesia di dunia internasional. Sehingga, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta NTB untuk membentuk tim yang khusus mengurus penerapan protokol kesehatan (Prokes), mengingat ada 25.000 penonton yang akan hadir dalam perhelatan event internasional tersebut.

‘’Bagaimana kita mengupayakan agar WSBK berjalan lancar. Ini adalah pertaruhan negara. Agak berbeda dengan PON. Kalau PON event nasional, tapi kalau WSBK adalah event internasional. Sehingga benar-benar kita dilihat oleh internasional,’’ kata Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr. Siti Khalimah, Sp.KJ., MARS., Jumat, 15 Oktober 2021.

Iklan

Khalimah berkunjung ke NTB untuk melihat persiapan gelaran WSBK dari aspek pelayanan kesehatan. Ia mengatakan, Indonesia akan dilihat oleh dunia internasional, apakah event WSBK patuh terhadap penerapan prokes. Karena gelaran WSBK diselenggarakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Ini memang pertaruhan menuju MotoGP 2022,” katanya.

Dikatakan, Indonesia khususnya NTB mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan WSBK 2021.  Sehingga standar-standar yang diterapkan adalah standar internasional. Standar internasional tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Memang standarnya sudah ada dan harus diikuti. Artinya, kita harus serius, benar-benar membuktikan bahwa kita layak disejajarkan dengan negara lain,” katanya.

Apabila Indonesia sukses dalam penyelenggaraan WSBK 2021, maka bukan hanya MotoGP yang bisa digelar. Tetapi event-event internasional lainnya juga bisa menjadi pertimbangan dunia internasional untuk dilaksanakan di Indonesia.

“Teman-teman di NTB mendapatkan kehormatan besar. Sekaligus tanggungjawab yang besar untuk menjadi pintu pembuka bagi event-event yang lain. Kalau Indonesia sudah dipercaya,” ujarnya.

Karena pelaksanaan event WSBK di masa pandemi. Pelaksanaan event WSBK dari aspek kesehatan harus benar-benar disiapkan standar prokes pencegahan Covid-19. Sehingga, gelaran WSBK yang akan dihadiri 25.000 penonton tidak memunculkan klaster baru.

“Kita ingin mempunyai semangat yang sama, zero covid di event ini. Artinya, prokes harus diterapkan dengan sempurna. Supaya tidak ada klaster baru,” imbuhnya.

Untuk itu, kata Khalimah, harus ada tim khusus yang dibentuk NTB untuk mengurus penerapan prokes. Berkaca dari pelaksanaan PON Papua, penerapan prokes agak keteteran. Karena memang banyak yang mengurus masalah emergency.

“Saya mohon ada tim khusus yang mengurus prokes. Harus ada leadernya yang mengurus prokes,” pintanya.

Penerapan prokes dalam gelaran WSBK harus benar-benar jalan. Sudah ada pedoman dari Satgas Covid-19 yang bisa dijadikan acuan. Dalam pelaksanaan PON Papua, penyelenggaraan olimpiade Jepang dijadikan referensi dalam pertandingan olahraga.

Khalimah meminta Dinas Kesehatan (Dikes) NTB untuk mengurus tentang pembentukan tim khusus prokes. Sedangkan, RSUD NTB fokus menangani aspek kesehatan.

Ia juga melihat Provincial Command Centre (PCC) dan Public Service Centre (PSC) di NTB sudah siap dalam menyambut WSBK. Ia meminta disiapkan tenaga-tenaga medis terlatih.

“Teman-teman di NTB dipercaya oleh negara untuk menjadi pembuka pintu, kepercayaan negara lain kepada Indonesia. Kita harus bersinergi. Saling bekerja sama, saling membantu. Menyelenggarakan kegiatan WSBK ini dengan sukses,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional