Pertamina Dukung Pengentasan Kemiskinan Berbasis Desa Wisata di Lombok Barat

Integrated Terminal Manager Ampenan PT. Pertamina (Persero) I. G. Ngurah Yamatika bersama Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dan Ketua Forum CSR, Zainul Aidi menyerahkan secara simbolis bantuan CSR untuk pengembangan desa wisata Pakuan dan Kumbung.

Giri Menang (Suara NTB) – PT. Pertamina (Persero) melakukan ekspansi penyaluran dana sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk tahun 2020 ini, ekspansi penyaluran CSR termasuk untuk mendukung pengembangan desa wisata di Kabupaten Lombok Barat dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Dua desa wisata yang diberikan bantuan, di antaranya Desa Pakuan, Kecamatan Narmada dan Desa Kumbung, Kecamatan Lingsar. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Bupati Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan Khalid oleh Integrated Terminal Manager Ampenan PT. Pertamina (Persero) I. G. Ngurah Yamatika, disaksikan koordinator Forum CSR NTB, Zainul Aidi, dan perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTB, serta sejumlah tamu undangan. Penyerahan bantuan sekaligus dilakukan penandatanganan komitmen kerja sama.

Dalam kesempatan ini, Ngurah Yamatika menegaskan, dalam rangka menjalankan program CSR, Pertamina selalu berupaya untuk mendukung program yang berkaitan dengan pengentasan angka kemiskinan, khususnya di Pulau Lombok.

Sehubungan dengan tergabungnya Pertamina IT Ampenan sebagai anggota forum CSR Provinsi NTB bersama dengan perusahaan BUMN lainnya yang berdiri di bawah Dinas Sosial Provinsi NTB, memberikan dukungan kepada desa wisata Pakuan berupa Peralatan Kemah/Camping Ground (tenda sebanyak 20 pcs, matras 15 pcs, trekking pole 15 pcs, sleeping bag 15 pcs, hammock 10 pcs, dan carrier 10 pcs). Sesuai kebutuhan yang diminta pemerintah desa setempat.

Dukungan terhadap program ini diharapkan mampu menjadikan Desa Pakuan sebagai Destinasi Desa Wisata Hijau dan beredukasi serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemudi dan pemuda di Desa Pakuan. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Pakuan.

Pertamina juga berkomitmen untuk selalu mendukung segala bentuk kegiatan, baik yang berhubungan dengan pelestarian alam dan lingkungan, pendidikan kesehatan serta kehidupan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan slogan BUMN Hadir untuk Negeri.

Dengan terbentuknya sebuah desa wisata ini, diharapkan juga mampu meningkatkan kehidupan masyarakat yang berada di daerah sekitarnya, sehingga dapat selaras dengan program pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Pulau Lombok.

“Untuk ke depannya, selain memberikan dukungan berupa fasilitas untuk desa wisata, PT. Pertamina IT Ampenan akan mencoba untuk terus menggali potensi-potensi yang ada di Desa Pakuan guna menciptakan desa yang lebih produktif dan mandiri,” imbuh Ngurah Yamatika.

Sementara di Desa Kumbung, Pertamina bantuan disalurkan Pertamina IT Ampenan berupa, pembangunan Sentra Kuliner di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ijo Tandur, Batu Kumbung. Pembangunan sentra kuliner ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan untuk pelapak yang berjualan serta pengunjung yang datang ke Pemandian Bumdes Ijo Tandur.

Selain itu, keberadaan sentra kuliner yang memadai diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat sekitar.

“PT. Pertamina IT Ampenan akan mencoba untuk terus menggali potensi-potensi yang ada di Desa Batu Kumbung guna menciptakan desa yang lebih produktif dan mandiri,” demikian ujar Ngurah Yamatika.

Ketua Forum CSR NTB, Zainul Aidi menyampaikan apresiasi kepada PT. Pertamina yang menjadi BUMN pertama mengeksekusi komitmennya mendukung pengentasan kemiskinan berbais desa wisata, khususnya di Kabupaten Lombok Barat.

Ada 99 desa wisata yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pemprov NTB, mendukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Ke depan diharapkan, satu desa dibina satu perusahaan. Pertamina juga diharapkan akan membina desa wisata yang sudah diberikan bantuan ini secara berkesinambungan hingga dipastikan menjadi desa wisata mandiri.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid juga turut menyampaikan apresiasi pemerintah daerah setempat kepada PT. Pertamina, khususnya IT Ampenan. Desa wisata Pakuan, oleh Kementerian Pariwisata telah mendaftarkannya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama desa Sesaot, dan Buwun Sejati sebagai desa wisata berbasis lingkungan dan komunitas masyarakat.

“Oleh karena itu, sangat tepat yang dilakukan oleh Pertamina. Saya tahu, ada banyak titik yang dibantu oleh Pertamina. Ke depan kita harapkan lebih banyak lagi bantuannya,” demikian harapan Bupati Fauzan. (bul)