Pertahankan Cidomo sebagai Identitas

I Gusti Nyoman Agung Sugantha. (Suara NTB/ist)

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gusti Nyoman Agung Sugatha, ST., mendukung langkah Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Mataram melakukan pembenahan terhadap keberadaan cidomo di daerah ini. Dia mendorong supaya cidomo tetap dipertahankan sebagai salah satu identitas Kota Mataram.

‘’Cidomo itu, alat transportasi yang murah, efektif dan ramah lingkungan jika kita kelola dengan baik dan benar,’’ tutur Agung menjawab Suara NTB melalui percakapan WhatsApp, Rabu, 30 September 2020. Namun demikian, dia tidak menampik keluhan masyarakat yang menyertai kehadiran cidomo di Kota Mataram.

Iklan

Seperti limbah kotoran kuda yang kerap tercecer di jalan. ‘’Kata kuncinya adalah tata kelola yang baik dan benar,’’ tegasnya. Baik dalam hal memperhatikan spesifikasi cidomo dan aspek lingkungan. Benar dalam hal pemerintah yang mengawasi,  membuat regulasi agar cidomo tertata dengan baik sehingga layak dan tidak menimbulkan efek negatif lain.

Agung menyarankan Pemkot Mataram melihat cara mengelola cidomo di Gili Trawangan. Disana, lanjut politisi Partai Berkarya ini, aspek ekonomi, pariwisata dan lingkungan dijaga. ‘’Secara ekonomi, cidomo menjadi salah satu mata pencaharian warga di sana. Secara pariwisata, cidomo dapat menjadi daya tarik atau ikon tradisional. Secara lingkungan, sudah pasti terkait pengelolaan limbahnya yang dijaga atau diatur mulai dari spesifikasi cidomo itu,’’ terangnya.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Cakranegara ini tidak menampik masih adanya persepsi bahwa cidomo di Mataram sebagai alat transportasi ibu-ibu ke pasar. ‘’Persepsi ini akan berubah jika kita punya target ke arah perbaikan dulu. Ya sederhananya cidomo kita modifikasi sedemikan rupa agar kotoran kuda tertampung dengan baik agar tidak tercecer di jalan,’’ demikian Agung.

Agung menilai selama ini Dishub masih sebatas mengurus lalu lintas. ‘’Belum ke arah program yang konkret mau seperti apa cidomo ke depan,’’ imbuhnya. Anggota dewan berlatarbelakang arsitek ini menyarankan ada asosiasi yang mengatur keberadaan cidomo. ‘’Lalu diberikan juga Bimtek tentang bagaimana seharusnya menggunakan jalan raya. Dan kita benahi spesifikasi cidomo ini agar aman, nyaman dan menarik,’’ sarannya.

Yang tidak kalah pentingnya, kata Agung, seorang kusir cidomo harus paham menggunakan jalur lalu lintas yang benar dan ramah kepada penumpang. (fit)