Persoalan Aset di Narmada, Jajaran BPKAD Lobar Tolak Suap dari Oknum

Fauzan Husniadi (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) -Persoalan aset di Lombok Barat memang menggiurkan. Sehingga banyak oknum melakukan berbagai cara untuk menjual, menguasai ataupun menggelapkan aset daerah. Seperti baru-baru ini, ada oknum yang berupaya menyuap jajaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Barat menyangkut masalah aset di wilayah Narmada yang diduga dijual oknum.

Hal ini diakui oleh Kepala BPKAD Lobar, H. Fauzan Husniadi dikonfirmasi akhir pekan kemarin di ruang kerjanya. Fauzan mengakui, sekitar seminggu yang lalu jajarannya didatangi oknum untuk menawarkan kendaraan jenis Nmax. Oknum ini menawarkan kendaraan kepada jajaran agar tidak mempersoalkan aset daerah yang diduga dijual oknum. “Ada oknum datang mau menyuap pakai kendaraan Nmax, tapi kami tolak. Itu menyangkut aset di wilayah Narmada,”terang Fauzan menyebutkan detail aset yang menjadi obyek tersebut.

Iklan

Dijelaskan, hampir semua jajaran mulai dari Kabid dan Kasi (Kasubag) didatangi oknum ini untuk menawarkan kendaraan tersebut namun ia dan semua jajarannya menolak. Bukan dirinya idealis, namun pihaknya tidak mau menerima pemberian tersebut. Baginya, cukup dengan gaji dan tunjangan yang diterima dari daerah. Menurutnya, aset yang berlokasi di pinggir jalan utama daerah Lembuak kecamatan narmada itu diduga sudah dijual, membuat oknum ketakutan lantaran sudah terungkap. Sehingga agar persoalan ini tidak dilanjutkan, oknum ingin menyogok jajaran BPKAD.”Diduga sudah dijual makanya dia ketakutan dan berani mau nyogok. Padahal itu aset daerah. Itu bukti dokumennya lengkap di kita,”beber dia.

Lahan ini sendiri sudah dipasangkan plang kolektif dengan aset yang ada di areal itu. Pihaknya sudah melakukan proses pensertifikatan aset itu. Dan sejauh ini ada 70 usulan serifikat sudah masuk ke BPN. Ke depan, kata dia, pihaknya fokus membenahi aset dengan melakukan penanganan dan penertiban secara tuntas. Sebelumnya, memang pengamanan dan penertiban aset lemah sehingga dimanfaatkan oknum menggerogoti aset ini. Ia menegaskan pihaknya akan mengurai persoalan aset ini satu persatu. Dan ia memberi peringatan keras kepada jajarannya agar jangan sampai masuk angin dalam hal menangani masalah aset ini. (her)