Persoalan Aset AMM Jadi Atensi KPK

Kampus STIE AMM Mataram, asset milik Pemkab Lobar  yang menjadi atensi KPK.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Persoalan aset daerah di STIE AMM Mataram yang menggelinding sejak hampir setahun ini belum juga ada titik terang. Padahal masalah aset ini menjadi temuan BPK, bahkan Pemkab ditegur lantaran belum mengambil alih aset itu. Tidak saja menjadi temuan BPK, persoalan aset ini juga menjadi atensi KPK karena masih dikuasai pihak ketiga.

Kasat Pol PP Lobar, Baiq Yeni S Ekawati mengatakan Pemkab ingin menguasai lahan yang memang menjadi milik daerah tanpa ada aktivitas apapun di atasnya. Namun di sisi lain, kata Yeni masih ada aktivitas yang dilakukan pihak AMM di atas tanah lahan milik daerah itu. Terlebih hal itu merugikan daerah karena tak ada kontribusi yang diberikan pihak AMM. “Itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pemkab diharuskan segera mengamankan. Kejaksaan juga tidak menyalahkan jika Pemkab mau mengambil,” jelasnya Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Diakuinya permasalahan aset daerah ini menjadi atensi dari BPK maupun KPK. Bahkan pihaknya mendapat teguran dari BPK karena belum juga mengamankan aset daerah yang ditempati AMM. Tak hanya itu dari beberapa pemberitaan Pemkab diminta KPK agar segera mengamankan aset daerah yang dikuasai swasta. “Karena daerah sangat-sangat di rugikan,” ujarnya.

Meski demikian sejauh ini Satpol PP masih mempertimbangkan kapan pelaksanaan pengaman itu. Karena ada pandangan sisi yang lain menyampaikam agar Pemkab menghormati proses hukum dan menunggu selesainya persidangan perdata yang tengah berjalan.

Pihaknya pun tengah mengkoordinasikan dua pandangan itu kepada pimpinan.  “Kalau masalah gas, saya sudah ngegas betul sudah dari minggu lalu. Ini masalahnya bukan takut tidak takut tapi pertimbanganya kedepan, kita harus berhati-hati mengambil langkah, karena ada yang kasih saran walaupun lambat yang penting hasilnya memuaskan,” pungkasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional