Persit KCK Rem/162 dan Dharma Pertiwi Gelar Bhakti Sosial

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka memperingati HUT RI ke-71, Selasa, 23 Agustus 2016, Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Korem/162, beserta pengurus dan pengurus Dharma Pertiwi berkunjung ke Gili Beleq, tepatnya di Desa Paremas Kecamatan Jerowaru Lotim. Kunjungan rombongan di salah satu pulau terluar Indonesia yang ada di wilayah Lombok dalam rangka kegiatan bhakti sosial. Sasarannya siswa SD dan SMP Pemokong yang ada di wilayah tersebut.

Daerah itu dipilih karena sekolah satu atap SD dan SMP Pemokong ini merupakan satu-satunya tempat pendidikan di Gili Beleq. “Sebab diketahui, untuk menuju sekolah para siswa/siswi ini harus berjuang menyebrangi lautan dengan menggunakan perahu milik orang tua mereka untuk dapat bersekolah,” kata Ketua Persit KCK Koorcab Rem/162 Nyonya Farid Makruf.

Iklan

Membuatnya prihatin, jika perahunya digunakan untuk mencari ikan, maka anak-anak ini akan berenang menuju sekolah. Kondisi ini menurutnya sangat beresiko bagi keselamatan anak-anak sekolah. Bukan hanya kendala tranportasi saja yang dihadapi, namun juga alat-alat pendidikan seperti buku, alat tulis dan lainnya juga masih belum mencukupi.

“Untuk itu sebagai bentuk kepedulian dengan sesama khususnya para generasi muda, ini yang dengan penuh perjuangan mencari ilmu untuk merubah masa depan mereka menjadi lebih baik,” kata  Nyonya Farid Makruf.

Persit KCK Koorcab Rem/162  dan pengurus Dharma Pertiwi pun melaksanakan kegiatan bhakti sosial ke Sekolah tersebut. Setiba di sekolah tersebut, rombongan Ibu-Ibu disambut langsung oleh para siswa/siswi dan para guru. Setelah penyampaian sambutan, Kasi Pers Korem 162/WB Letkol Inf Handoyo, S.H. dan Ibu Ketua Persit KCK Koorcab rem 162, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tali asih. Penyerahan disampaikan Ketua Persit KCK Koorcab Rem/162 dan pengurus Dharma Pertiwi kepada para siswa/siswi.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah satu atap Pemokong, Ismail, S.Pd  menyampaikan ucapan terimakasih ke pengurus Persit KCK beserta seluruh rombongan. Ismail berharap kedepan ada perhatian dari pemerintah untuk menyediakan perahu atau membuatkan jembatan yang menghubungkan Gili Ree dengan Gili Beleq, sehingga anak-anak ini dapat bersekolah dengan aman.

Sementara Nyonya Farid Makruf juga berharap, kunjungan ini dapat memberi manfaat dan motivasi bagi para Guru untuk terus bersemangat dalam mengajar dan kepada para siswa/siswi agar terus berjuang menuntut ilmu sehingga cita-cita yang diinginkan dapat terwujud. “Meskipun tali asih atau bingkisan yang diberikan tidak seberapa, namun jangan dilihat dari nilainya, ketulusan niat kami untuk berbagi dengan sesama dan memberi semangat kepada para Guru serta siswa/siswi untuk terus berjuang menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Harapan lainnya, anak-anak Gili Gede menjadi penerus bangsa yang dapat membawa bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan menjaga NKRI agar tetap tegak berdiri. (ars/*)