Persiapkan Tim Lomba B2SA Tingkat Provinsi, TP PKK Manggelewa Jalani Uji Coba

Dompu (Suara NTB) – Tim Penggerak PKK Kecamatan Manggelewa yang menjuarai lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) tingkat Kabupaten akan mewakili Kabupaten Dompu di tingkat Provinsi. Lomba yang menyajikan makan dengan bahan dasar lokal non beras ini akan dilaksanakan awal November di Mataram. Tim Kabupaten Dompu akan menjalani sesi uji coba dalam penyajian makanan kudapan, makan siang dan makan malam.

Iklan
Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Muhammad Fagih.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Muhammad Fagih, SPt kepada Suara NTB, Rabu, 18 Oktober 2017 kemarin, mengungkapkan, lomba cipta menu B2SA tingkat Provinsi akan dilaksanakan sekitar awal November 2017 mendatang. Lomba ini akan dirangkaikan dengan peringatan hari pangan sedunia tingkat Provinsi.

“Tim Kecamatan Manggelewa yang meraih juara 1 pada lomba cipta menu tingkat Kabupaten akan mewakili Dompu di tingkat Provinsi,” jelasnya.

Tim dari Kecamatan Manggelewa, kata Fagih, sudah mulai dipersiapkan menjelang lomba di tingkat Provinsi. Ada sedikit perubahan pola saat lomba cipta menu tingkat Kabupaten dan Provinsi. Jika tingkat Kabupaten, masing – masing tim diberi kebebasan dalam menyiapkan kudapan, makan siang dan makan malam dari rumah. “Di sini (tempat lomba), mereka langsung menyajikan karena bahannya sudah dimasak dari rumah,” terangnya.

Pada lomba cipta menu B2SA tingkat Provinsi, peserta hanya diizinkan masak di rumah untuk kudapan dan makan malam. Baik untuk anak – anak usia 5 tahun maupun orang Dewasa. Tapi untuk makan siangnya, peserta diminta langsung masak di tempat acara lomba. “Untuk sajian makan siang, peserta langsung masak dan menyajikannya di tempat lomba,” katanya.

Karenanya, peserta harus mempersiapkan diri dan akan dinilai oleh tim juri tingkat Kabupaten beberapa waktu lalu. Sehingga bisa diberikan masukan dan koreksi dalam penyiapan bahan, proses memasak hingga penyajian makanan. “Nanti kita akan uji coba dan akan diberi masukan oleh tim juri kemarin untuk perbaikan,” kata Fagih.

Lomba cipta menu B2SA tingkat Kabupaten pada 25 September lalu, tim dari Kecamatan Manggelewa menampilkan masakan dari jenis umbi – umbian dan diolah dalam berbagai jenis makanan serta variasi. Baik untuk kudapan (sarapan), makan siang, dan makan malam. Pada setiap sesi makanan ini, juga ditampilkan makanan pembuka dan penutupnya.

Namun Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin berharap, lomba ini tidak sekedar kegiatan seremonial belaka. Tapi dapat disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga memiliki nilai lebih secara ekonomi dan kemasyarakatan. Pelaksanaannya pun tidak di kantor Dinas Ketahanan Pangan, tapi di ruang publik seperti di Taman Kota Dompu atau di lantai 2 pasar bawah Dompu. Sehingga dapat dilihat dan dirasakan warga secara luas.

Sehingga produk  – produk olahan ini tidak sekedar dilombakan, tapi dapat memberi nilai tambah dengan dipasarkan secara luas. Pemilik produk harus bisa menyiapkan stok sajiannya ketika dicari dan tidak mengambil keuntungan yang besar, tapi bisa kontinyu dan berkelanjutan.

Terkait hari pangan sedunia (HPS), dikatakan M Fagih, pelaksanaan tingkat Nasional dilaksanakan di Kalimantan Barat, 19 – 21 Oktober 2017 ini. Pada HPS tingkat nasional juga dilaksanakan lomba cipta menu B2SA dan pameran produk tanaman pangan. Peserta lomba cipta menu tingkat nasional juga dari provinsi, tapi pesertanya diambil dari mereka yang juara tingkat provinsi tahun 2016. “Lomba cipta menu tingkat nasional ini dilaksanakan lebih awal dari tingkat Provinsi. Karena dilaksanakan lebih awal, pesertanya mereka yang juara tingkat Provinsi tahun 2016 lalu,” terang Fagih. (ula/*)