Persiapkan Rekayasa Transportasi

H. Ridwan Syah (Suara NTB/ist)

AJANG World Superbike Championship (WSBK) di Sirkuit Mandalika dipastikan masih tetap sesuai jadwal pada pertengahan November mendatang. NTB mulai mempersiapkan rekayasa transportasi atau lalu lintas, pasalnya diperkirakan WSBK akan dihadiri  penonton.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.Sc., M.TP., mengatakan, meskipun ajang WSBK ini skalanya lebih kecil dibandingkan MotoGP. Namun, hal ini akan menjadi ukuran kesiapan NTB dalam menyelenggarakan MotoGP yang direncanakan Maret 2022.

Iklan

Baik menyangkut kesiapan infrastruktur jalan pendukung. Maupun kesiapan rekayasa lalu lintas dan kesiapan masyarakat. “Bagaimana menyambut tamu dari luar yang akan datang sekitar 30 ribu orang. Ini jumlah yang besar. Kegiatan yang pernah mendatangkan banyak orang ke NTB selama ini hanya 5.000 orang waktu Hari Nusantara. Ini 30 ribu orang,’’ sebut Ridwan dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 11 Agustus 2021.

Menurutnya, kesiapan dalam menyambut puluhan ribu penonton tersebut bukan hal yang mudah. Sehingga, Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata telah mulai mempersiapkan mengenai manajemen rekayasa lalu lintas transportasi dari pintu masuk NTB ke Sirkuit Mandalika.

‘’Ini penting sekali. Rekayasa lalu lintas ini kita akan coba. Karena jalan bypass Mandalika hampir selesai. Rekayasa lalu lintas ini bagaiamana soal parkir, keselamatan, fasilitas lalu lintas di sana. Termasuk kesiapan di pintu masuk yang lain,’’ katanya.

Ridwan mengatakan, belum lama ini sudah mulai dilakukan simulasi oleh Dinas Perhubungan terkait dengan rekayasa lalu lintas menuju Sirkuit Mandalika. Namun, simulasi tersebut belum matang.

‘’Jadi, Pak Gubernur jelas arahannya. Bahwa Superbike bulan November adalah ajang uji coba kesiapan NTB menuju MotoGP Maret 2022,’’ ucapnya.

Dari sisi penanganan Covid-19, kata Ridwan, NTB termasuk daerah yang paling rendah kasus aktifnya di Indonesia sesuai hasil evaluasi yang dilakukan Senin lalu. Sehingga kasus Covid-19 diharapkan terus melandai menjelang perhelatan event internasional tersebut.

“Untuk pembangunan bypass Mandalika on progress. Rencana bulan September sudah bisa. Secara fungsional sudah bisa dilalui,” katanya.

Saat ini, pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) – KEK Mandalika terus digenjot. Kementerian PUPR menargetkan pembangunan bypass Mandalika akan rampung September mendatang, sebelum digelarnya WSBK di Sirkuit Mandalika, pertengahan November 2021.

Kepala Dinas PUPR NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., menjelaskan progres pembangunan jalan bypass Mandalika sampai 1 Agustus 2021 telah mencapai 84,42 persen. Progres konstruksi tiga paket jalan bypass Mandalika berdasarkan laporan sampai 1 Agustus 2021.

Untuk paket I, progresnya sudah mencapai 86,33 persen, paket II sebesar 85,81 persen dan paket III sebesar 78,68 persen. Paket pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh tiga kontraktor yaitu yang pertama Nindya Karya Bumi Agung KSO, yang kedua Adhi Metro KSO dan yang ketiga PT Yasa Patria Perkasa.

Total Panjang Pembangunan Jalan Bypass Mandalika sendiri yaitu 17,363 km yang terdiri dari paket Mandalika I panjang penanganan jalan nya 4,3 km, untuk paket Mandalika II panjang penanganannya 9,7 KM dan paket Mandalika III sepanjang 3,363 km.

Pembangunan Jalan Bypass Mandalika dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020-2021. Untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, pembangunan jalan juga akan dilengkapi dengan overpass dan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Secara total, ada 12 overpass, 1 jembatan, dan 3 jembatan penyeberangan orang yang dibangun di ruas jalan ini untuk memperlancar arus lalu lintas dan memfasilitasi akses bagi warga sekitar. Keberadaan jalan bypass akan mengurangi waktu tempuh dari BIZAM menuju KEK Mandalika dari yang semula 30 menit menjadi 15 menit. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional