Persiapkan BTM, SMPN 14 Mataram Sterilisasi Lingkungan Sekolah

Penyemprotan disinfektan di ruang belajar SMPN 14 Mataram sebagai bentuk kesiapan hadapi belajar tatap muka. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Jelang pelaksanaan Belajar Tatap Muka (BTM), SMPN 14 Mataram rutin melakukan sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19, Jumat, 18 Desember 2020.

Kepala SMPN 14 Mataram, Hamim Tochari, menjelaskan penyemprotan disinfektan sebagai upaya mendukung penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan masker dari DP3A Kota Mataram sebagai sekolah ramah anak. Dan bantuan dari BPBD Kota Mataram penyemprotan disinfektan,” katanya.

Jelang pembelajaran tatap muka kata Hamim, dalam penanganan dan antisipasi penyebaranCovid 19 dirasa penting untuk dilakukan penyemprotan.

Diharapkan kata Hamim, kegiatan rutin penyemprotan dapat membantu pemerintah dan memberikan rasa aman bagi masyarakat dan lingkungan sekolah sebelum nantinya siswa masuk tatap muka.

Menurutnya, dengan akan dimulainya pembelajaran tatap muka, maka tentu saja akan mendukung kegiatan belajar agar berlangsung lancar, tertib dan aman. Di samping itu juga dilakukan pemasangan tabung handsanitizer di setiap kelas dan tempat cuci tangan dan sabun, masker faceshield serta masker.

“Dalam upaya mencegah terjadinya wabah Covid-19 di lingkungan sekolah dan dalam rangka persiapan menyambut diberlakukan belajar tatap muka pada semester genap tahun pel 2020-2021 pihak sekolah secara periodik melakukan penyemprotan disinfektan dua minggu sekali,” ujarnya.

Beberapa peraturan sudah diamanatkan oleh pemerintah tentang bagaimana teknis, metode serta pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang pastinya menerapkan protokol kesehatan secara penuh. Dengan dilaksanakan penyemprotan disinfektan diharapkan dapat memberikan rasa aman serta langkah tepat antisipasi penyebaran Covid 19.

Hamim Tochari berharap dengan kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut dapat memberikan motivasi sekaligus edukasi kepada masyarakat, guru sekolah agar tertib dalam menaati protokol kesehatan.

“Semoga dengan kegiatan penyemprotan ini anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman” paparnya. (dys)