Persiapan Rampung, Pelaksanaan SKD Ditarget 10 Hari

Petugas mengecek laptop yang akan digunakan untuk pelaksanaan SKD di Loteng Minggu besok. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Seluruh persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah rampung. Dengan jumlah peserta yang terdaftar dan dinyatakan lolos tahap administrasi sebanyak 3.678 orang, tahapan SKD direncanakan digelar selama 10 hari. Dimulai pada hari Minggu, 12 September 2021.

“Alhamdulillah persiapan pelaksanaan SKD sudah rampung. Tinggal pelaksanaan saja. Dan, kita semua peserta bisa mempersiapkan diri. Tidak kalah penting, harus percaya dengan kemampuan sendiri,” ujar Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP, Jumat, 10 September 2021.

Iklan

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, L. Wardihan, menambahkan, Seluruh fasilitas CAT (Computer Assesment Test) sudah diuji coba dan semua dalam kondisi siap digunakan. Di mana pihaknya menyiapkan sebanyak 110 komputer. Namun yang akan digunakan untuk SKD sebanyak 100 komputer. Sisanya sebanyak 10 komputer untuk cadangan.

SKD sendiri dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Para peserta diharuskan dinyatakan bebas Covid-19. Dibuktikan dengan membawa hasil rapid test antigen yang dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum SKD. “Semua peserta sudah dimaklumi, harus membawa hasil swab antigen dengan hasil non reaktif,” jelasnya.

Dalam sehari pihaknya menargetkan ada 400 peserta mengikuti SKD. Dibagi dalam empat sif. Kecuali untuk hari jumah hanya tiga sif dengan 300 peserta. Sehingga ditargetkan pelaksanaan SKD maksimal tuntas dalam 10 hari.

Selama pelaksanaan SKD sendiri, akan satu satu tim kesehatan yang disiagakan. Untuk memastikan kondisi para peserta SKD dalam kondisi sehat dan prima. Jika kemudian ada peserta yang menunjukkan gejala demam, nanti akan disiapkan ruang khusus. Untuk kemudian bisa mengikuti SKD secara terpisah.

“Semua kemungkinan sudah kita antisipasi. Termausk dengan menyiapkan ruang perawatan khusus bagi peserta yang diketahui ada gejala suhu tubuh tinggi diatas ambang normal,” pungkas mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Loteng ini. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional