Persiapan Pemberangkatan 4.499 JCH NTB Tetap Jalan

H. M. Ali Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Persiapan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) NTB tahun 2020 tetap jalan. Mengantisipasi tertundanya pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Dirjen Penyelengaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag memutuskan kontrak akomodasi haji luar negeri tanpa pembayaran uang muka.

Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTB, H. M. Ali Fikri menjelaskan pada tahun sebelumnya ketika kontrak akomodasi haji luar negeri sudah ditandatangani. Baik itu kontrak akomodasi mengenai perhotelan, maskapai penerbangan dan transportasi, maka 10 hari sejak penandatangan kontrak wajib diberikan uang muka sebesar 20 persen.

Iklan

“Sekarang pak Dirjen merevisi itu semua, kontrak tetap berjalan tetapi tanpa uang muka. Untuk mengantisipasi seandainya ibadah haji tertunda untuk tahun ini,” jelas Fikri dikonfirmasi Kamis, 19 Maret 2020.

Ketika uang muka kontrak akomodasi luar negeri belum dibayarkan, maka uang masih berada di dalam negeri. Jangan sampai uang muka sudah dibayarkan kemudian pelaksanaan ibadah haji ditunda, maka uang tersebut akan lama kembali ke dalam negeri. Seperti pengalaman beberapa tahun lalu ketika kuota jemaah calon haji (JCH) dikurangi Pemerintah Arab Saudi.

“Yang jelas untuk antisipasi kita, Dirjen PHU meminta kepada semua maskapai  yang menang tender untuk pelaksanaan haji untuk tidak dibayarkan uang muka dulu. Sampai ada kepastian resmi dari Arab Saudi,” katanya.

Lantas apakah pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 berpotensi ditunda? Fikri meyakini tak ada penundaan. Pasalnya, persiapan haji 2020 sudah dilaksanakan. Mulai dari rekrutmen petugas, pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) termasuk bimbingan manasik haji.

“Kita sudah lakukan persiapan terhadap calon jemaah haji kita tahun 2020, termasuk perangkat di dalamnya seperti petugas haji. Saya rasa 100 persen, saya meyakini insya Allah berjalan haji seperti biasa,” ucapnya.

Fikri menyebutkan jumlah JCH NTB tahun 2020 sebanyak 4.499 orang. Terdiri dari 4.412 orang jemaah reguler, 45 orang jemaah lansia, 4 orang pembimbing KBIH dan 38 orang Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD). BPIH embarkasi Lombok tahun ini untuk jemaah reguler sebesar Rp37,33 juta lebih sedangkan untuk TPHD sebesar Rp71,27 juta lebih. Pelunasan BPIH tahap pertama sudah dimulai sejak 19 Maret hingga 17 April 2020.

Plt. Kepala Kanwil Kemenag NTB, Drs. H. Muhammad Amin, M. Pd juga meyakini  pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 pasti akan  digelar. Karena berdasarkan infromasi yang diperoleh, saat ini pemerintah Arab Saudi sedang mempersiapkan alat pendeteksi kesehatan yang canggih  di dua bandara di negara tersebut untuk mencegah penyebaran virus Corona. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional