Persiapan Belum 100 Persen, Wisatawan Sudah Mulai Masuk Gili

Kondisi salah satu penginapan di Gili Trawangan. Sudah ada beberapa wisatawan yang masuk, meski persiapan pelaku wisata belum 100 persen. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Kendati kenormalan baru sektor pariwisata belum dibuka secara resmi, persiapan ke arah itu sudah mulai menunjukkan sinyal positif. Belakangan, wisatawan yang sudah mengantongi hasil swab sudah masuk ke tiga Gili.

Hal itu diakui Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, Jumat, 26 Juni 2020. Diakuinya, keberadaan wisatawan asing di Gili sekitar 150-an orang. Angka itu terdata dari laporan beberapa properti anggota GHA. Wisman itu ada yang baru datang, namun lebih banyak yang menetap atau tidak bisa kembali akibat Covid-19.

Iklan

“Kalau dihitung wisatawan sekarang di gili sekitar 150 orang. Sepekan terakhir sudah ada wisatawan dari Bali yang ke gili. Tentunya mereka mengantongi hasil tes swab,” ujarnya.

Pengusaha hingga saat ini, masih menunggu langkah pemerintah baik provinsi dan kabupaten. Pasalnya pada kesepakatan sebelumnya, pemerintah akan menempatkan pos jaga Covid-19 di Tiga Gili. Begitu juga pos jaga di Bangsal.

Di pihak pengusaha sendiri, upaya new normal dengan menerapkan prosedur Covid-19 sudah mulai dilakukan. Namun demikian, kesiapan untuk menerima tamu belum dapat dikatakan 100 persen khususnya bagi properti dengan jumlah kamar di atas 100 unit.

“Properti dengan jumlah kamar di bawah 30 ke bawah sudah siap. Sedangkan untuk kamar di atas 50-100 itu tentu belum siap,” imbuhnya.

Ia sendiri yang mengelola Hotel Wilson Retreat, untuk saat ini masih menyiapkan standar Covid-19. Pembersihan di areal hotel, penyediaan prasarana protokoler sudah dilakukan. Sumber daya yang memberi pelayanan juga akan diedukasi, sehingga wisatawan mendapat kenyamanan.

Sebagian besar manajemen hotel, masih kesulitan menyiapkan biaya tetap (fix cost) untuk memulai kenormalan baru. Jika pun pelayanan terbuka, maka jumlah kamar yang disiapkan masih terbatas.

Fix cost-nya cukup besar, berbeda dengan yang lima kamar sampai 10 kamar. Maka pangsa pasar yang menjadi pertimbangan,” sambungnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional