Persatuan Petani Bawang Kabupaten Bima Tagih Bantuan Benih Kementan

Petani bawang berdialog soal bantuan benih bawang putih dengan Kepala Disperbun Kabupaten Bima, Indra Jaya didampingi Kabid Holtikultura, Syahrial di halaman depan kantor Disperbun setempat, Senin, 6 Januari 2020. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Puluhan petani yang tergabung dalam Persatuan Petani Bawang Kabupaten Bima, mendatangi kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima, Senin, 6 Januari 2020.

Kedatangan mereka dengan menggunakan dua unit mobil bak terbuka dan belasan motor itu untuk menagih janji bantuan benih bawang putih dan merah Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian (Kementan) yang dijanjikan Bulan September 2019 lalu.

Iklan

“Sudah enam Bulan janji bantuan ini, tapi sampai sekarang belum direalisasikan,” kata Koordinator massa aksi, Jihadil Akbar.

Padahal sebelumnya, lanjut dia, Dirjen Pembenihan Holtikultura Kementan yang panen bawang putih uji coba di Desa Lido Kecamatan Lido pada Bulan September kemarin menjanjikan akan membantu petani. “Di hadapan masyarakat, Dirjen berjanji akan memberikan bantuan. Makanya sekarang kami datang menagih janji ini,” katanya.

Menurutnya, petani sangat mengingingkan bisa mendapat bantuan benih bawang putih. Mengingat benihnya susah didapat. Bahkan harganya cukup mahal karena harus didatangkan dari luar daerah. “Oleh karena itu, kami mendesak Diseprbun Kabupaten Bima agar segera berkoordinasi dengan Kementan terkait bantuan ini,” katanya.

Selain menagih janji bantuan Kementan, massa aksi juga mendesak Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah, SE agar memperhatikan nasib para petani bawang di Kabupaten Bima. “Kami mendesak bapak Gubernur NTB tidak menganaktirikan petani Kabupaten Bima,”  kata Jihadil.

Sementara Kabid Holtikultura Disperbun Kabupaten Bima, Syahrial S.P, mengaku, pihahknya sangat mendukung tuntutan petani bawang. Bahkan pihaknya juga tidak tinggal diam. “Kita dukung aspirasi petani ini. Kami akan sampaikan langusng ke Kementan,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2019 lalu ada sekitar 100 hektar benih bawang putih yang dibantu Kementan. Hanya saja, program tersebut tidak dilaksanakan karena ada kendala teknis. “Namun 2020 ini program ini tetap ada. Ada sekitar 100 hektar yang dibantu,” katanya.

Sebagai penegasan, Kepala Disperbun Kabupaten Bima, Ir. Indra Jaya memastikan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Kementan terkait bantuan benih bawang putih 100 hektar tersebut. “Kita akan segera komunikasikan ke Kementan secepatnya,” ujarnya.

Menurutnya, tahun 2019 lalu program pengadaan benih bawang ditunda karena ada rekomendasi dari BPK yang dikuatirkan bermasalah dengan hukum. Sehingga disarankan program tersebut direalisasikan pada tahun 2020 mendatang.

“Yang jelas program pengadaan benih bawang ini ada tahun 2020 ini. Untuk bulan pastinya belum tahu. Karena penentuan ini berdasarkan keputusan Kementan,” katanya.

Ia menambahkan, 100 hektar yang mendapatkan bantuan benih itu tersebar di wilayah dataran rendah Kecamatan Belo dan Palibelo. Serta beberapa dataran tinggi di Kecamatan Donggo, Lambitu dan Wawo. (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional