Perpusnas RI Sukses Gelar Bimtek di NTB

0
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah berpose bersama usai penutupan Bimtek seusai Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia di Hotel Aston, Jumat, 13 Mei 2022.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia berjalan dengan sukses. Bimtek tersebut telah dilaksanakan 34 provinsi penerima manfaat, termasuk NTB. Pelaksanaan Bimtek secara simultan dimulai sejak 28 April hingga 21 Mei 2022.

Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Drs. Dedi Junaedi M.Si., menyampaikan rasa hormat kepada seluruh peserta Bimtek. Pasalnya, sejak hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaan Bimtek, peserta selalu menampakkan wajah semringah.

IKLAN

“Program Bimtek ini akan terus kami lanjutkan. Sebab, ada yang melapor bahwa banyak masyarakat yang sangat merasakan manfaat dari program ini,” ungkap Dedi, ditemui Suara NTB di Hotel Aston, Jumat, 13 Mei 2022.

Lebih lanjut, Dedi menuturkan, paradigma literasi kini telah bergeser. Saat ini, literasi dimaknai sebagai kemampuan masyarakat dalam mencari, mengemas, serta mentransformasikan pengetahuan.

“Kami menunggu karya beserta inovasi dari seluruh peserta Bimtek. Berbagi kepada masyarakat adalah yang sangat perlu untuk dilakukan. Para peserta Bimtek harus berani menyatakan bahwa dunia akan kerdil tanpa perpustakaan,” papar Dedi.

Pihaknya turut memberikan pujian kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah M.Ap., yang telah memimpin selama satu setengah tahun. Pasalnya, Dedi menilai Julmansyah telah berhasil memimpin serta mengatasi sejumlah permasalahan yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB.

“Saya dapat informasi sebenarnya Pak Julmansyah adalah orang kehutanan. Tapi, sekarang dipercaya untuk mengelola perpustakaan dan arsip. Lalu, saya melihatnya cukup berhasil. Semoga makin gemilang,” ujar Dedi

Sementara itu, peserta Bimtek, I Wayan Suryantara mengaku sangat berbahagia dapat terlibat dalam acara yang digagas oleh Perpusnas RI. Pasalnya, Wayan dapat berkenalan dengan seluruh peserta, baik yang berasal dari provinsi Bali, maupun Nusa Tenggara Barat.

“Mengenal beberapa pustakawan dari daerah Bali dan NTB sangat penting bagi saya dalam berbagi pengalaman. Selain itu, mendapat berbagai materi dari narasumber pilihan, sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Perpusnas RI,” kata pria asal Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

Wayan menilai, narasumber pilihan Perpusnas RI sangat profesional. Bahkan, Wayan berharap, suatu saat nanti dapat mengundang narasumber pilihan Perpusnas RI untuk berbagi materi di Kecamatan Petang.

“Semoga kegiatan semacam Bimtek ini, bisa terus dilaksanakan. Sebab, masih banyak perpustakaan, baik di Desa, Kelurahan, Kecamatan, Kota atau Kabupaten, serta Provinsi yang membutuhkan kegiatan semacam ini,” harap Wayan.

Senada dengan Wayan, peserta Bimtek asal Kota Bima, Edi Sutrisno mengatakan, mengikuti Bimtek membuatnya tergugah. Sebab, pikiran akan perpustakaan dan literasi masih punya banyak kemungkinan untuk terus dieksplorasi.

“Perpustakaan ternyata mampu memberi nuansa baru bagi para pemustaka. Lalu, nuansa yang baru itu, saya yakin akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat. Maka, saya ingin bilang bahwa pelaksanaan Bimtek ini adalah hal yang luar biasa,” papar Edi.

Menurut Edi, Bimtek adalah wahana yang luar biasa. Ia berharap, komunikasi antar peserta Bimtek terus berlangsung.

“Dengan petunjuk serta ilmu yang kami dapat dari narasumber, semoga kami bisa terus memberdayakan perpustakaan di daerah masing-masing,” pungkas Edi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah M.Ap., mengajak masyarakat meninggalkan paradigma bahwa perpustakaan hanyalah sebatas lokasi untuk mengoleksi pengetahuan bakal bertransformasi.

“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bakal memberi alternatitf dalam mencari mata pencaharian baru, yang sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, masyarakat tentu memerlukan asupan lain, yang lebih segar dan kreatif,” tekan Julmansyah, ketika membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi, di Hotel Aston, Rabu, 11 Mei 2022.

Terakhir, Julmansyah mengucapkan rasa terima kasih kepada Perpustakaan Nasional. Sebab, telah mempercayakan NTB sebagai lokasi diadakan Bimtek. “Atas nama pemerintah provinsi NTB mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional karena mempercayakan NTB sebagai lokasi untuk menyelenggarakan Bimtek yang diikuti oleh rekan-rekan dari provinsi Bali,” tutup Julmansyah. (r)

IKLAN