Perpusnas Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK di NTB

Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando yang diwakili Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Dedi Junaedi membuka acara Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Hotel Golden Palace Kota Mataram, Selasa, 15 Juni 2021. (suarantb.com/nas)

Mataram (suarantb.com) – Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bahkan mendukung dengan meluncurkan program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, dan menjadikan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan” sebagai salah satu kegiatan prioritas nasional pembangunan manusia.
Maka, salah satu upaya penting adalah mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi. Transformasi perpustakaan memiliki peran signifikan meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga mereka mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

Peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.
Demi mendukung tercapainya program tersebut, Perpusnas mengadakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Layanan Perpustakaan kepada 450 desa dari 152 kabupaten di 32 provinsi penerima manfaat.

Iklan

Pelaksanaan Bimtek secara simultan bergantian mulai tanggal 1 Juni – 9 Juli 2021. Kegiatan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK di NTB digelar di Hotel Golden Palace Kota Mataram, Selasa, 15 Juni 2021.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando yang diwakili Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Drs. Dedi Junaedi, M.Si., pada pembukaan kegiatan tersebut mengatakan dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini. Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan. Agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat. Serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi. Materi bimtek mencakup strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan layanan informasi, strategi advokasi perpustakaan, penggunaan sistem informasi manajemen untuk pendokumentasian kegiatan perpustakaan, identifikasi dampak layanan perpustakaan, TIK dasar dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru akibat pandemi Corona.
Selain itu, pelaksanaan Bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah peserta terkait keterampilan dasar dan variasi metode fasilitasi dalam mewujudkan transformasi layanan perpustakaan umum. Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK diharapkan dapat membantu meningkatkan SDM pengelola perpustakaan. Sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju.

Kegiatan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi di NTB dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut., M.A.P. Pada kesempatan tersebut Julmansyah menyampaikan kata sambutan sebelum pembukaan acara secara resmi oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando yang diwakili Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Dedi Junaedi. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional