Perpres Terbit, Pengangkatan P3K Tinggal Menunggu Peraturan Penggajian

Raisah. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat sudah menerbitkan Perpres No. 38 Tahun 2020 tentang Jenis Jabatan Yang Dapat Diisi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Dalam Perpres tersebut ada 147 jenis jabatan yang dapat diisi oleh P3K.

Meskipun Perpres tersebut telah terbit, namun tak lantas eks honorer K2 yang lolos seleksi P3K setahun yang lalu dapat langsung diangkat menjadi P3K. Pemprov NTB tinggal menunggu peraturan soal penggajian P3K.

Iklan

‘’Peraturan tentang gaji yang penting sebagai dasar pembayaran gaji dan penerbitan SK pengangkatan (P3K),’’ kata Kepala Bidang Mutasi BKD NTB, Raisah, SE, MM dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 16 Maret 2020 kemarin.

Raisah menjelaskan, Perpres No.38 Tahun 2020 berisi tentang jenis-jenis jabatan yang bisa diduduki oleh P3K. Perpres itu menjadi acuan untuk mengusulkan formasi P3K. Sedangkan untuk pembayaran gaji dan pengangkatan P3K masih menunggu payung hukumnya.

Sesuai Perpres No. 38 Tahun 2020, ada 147 jenis jabatan yang dapat diduduki oleh P3K. Antara lain, administrator data kependudukan, administrator kesehatan, analis anggaran pendapatan dan belanja negara, analis investasi dan pengamanan perdagangan. Analis kebijakan, analis kepegawaian, analis ketahanan pangan. Analis pasar hasil perikanan, analis pasar hasil pertanian, analis perkarantinaan tumbuhan. Analis perkebunrayaan, apoteker, arsiparis, dokter, dokter gigi, asesor manajemen mutu industri. Asisten apoteker, asisten inspektur angkutan udara, asisten inspektur bandar udara. Asisten inspektur keamanan penerbangan, asisten inspektur mutu hasil perikanan, asisten koselor adiksi, asisten pelatih olahraga.

Kemudian, asisten pembimbing kemasyarakatan, asisten pembina mutu hasil kelautan dan perikanan. Asisten penata anestesi, asisten pengelola produksi perikanan tangkap, asisten penguji perangkat telekomunikasi. Asisten perisalah legislatif, asisten pranata siaran, asisten teknisi siaran. Asesor sumber daya manusia aparatur, auditor kepegawaian, bidan, dokter hewan karantina. Kemudian dokter pendidik klinis, dosen, entomologi kesehatan, epidemolog kesehatan. Fisikawan medis, fisioterapi, guru, inspektur angkutan udara. Inspektur bandar udara, inspektur keamanan penerbangan, inspektur ketenagalistrikan, inspektur minyak dan gas bumi. Inspektur mutu hasil perikanan, inspektur tambang, instruktur, konselor adiksi, medik veteriner. Nutrisionis, okupasi terapis, operator sistem informasi administrasi kependudukan, ortotis prostetis, pamong belajar.

Selanjutnya, pamong budaya, paramedik karantina hewan, paramedik veteriner, pengawas mutu hasil pertanian, pekerja sosial, pelatih olahraga. Pembimbing kemasyarakatan, pembimbing kesehatan kerja, pembina jasa konstruksi. Pembina mutu hasil kelautan dan perikanan, pemeriksa desain industri, pemeriksa karantina tumbuhan. Pemeriksa perlindungan varietas tanaman, penata anastesi, penata kelola pemilihan umum. Penata ruang, peneliti, penera, penerjemah, pengamat gunung api, pengamat meteorologi dan geofisika. Pengamat tera, pengantar kerja, pengawas alat dan mesin pertanian, pengawas benih tanaman. Pengawas benih ternak, pengawas farmasi dan makanan, pengawas kemetrologian. Pengawas keselamatan pelayaran, pengawas koperasi, pengawas mutu pakan, pengawas perikanan. Pengelola ekosisten laut dan pesisir, pengelola kesehatan ikan.

Selain itu, pengelola pengaduan barang/jasa, pengelola produksi perikanan tangkap, pengembang teknologi pembalajaran, pengendali frekuensi radio. Pengendali hama dan penyakit tanaman, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, penggerak swadaya masyarakat. Penghulu, penguji kendaraan bermotor, penguji keselamatan dan kesehatan kerja, penguji mutu barang. Penguji perangkat telekomunikasi, penyelidik bumi, penyuluh agama, penyuluh hukum, penyuluh kehutanan, penyuluh keluarga berencana. Penyuluh kesehatan masyarakat, penyuluh narkoba, pernyuluh pertanian, penyuluh perikanan. Penyuluh sosial, perawat, perawat gigi, perekam medis, perekayasa, perencana, perisalah legislative. Pranata hubungan masyarakat, pranata komputer, pranata laboratorium kemetrologian. Pranata laboratorium kesehatan, pranata laboratorium pendidikan, pranata nuklir.

Pranata siaran, psikolog klinis, pustakawan, radiografer, refraksionis optisien, rescuer, sanitarian, statistisi, surveyor pemetaan. Teknik jalan dan jembatan, teknik pengairan, teknik penyehatan lingkungan, teknik tata bangunan dan perumahan. Teknisi elektromedis, teknisi gigi, teknisi penelitian dan perekayasaan. Teknisi penerbangan, teknisi perkebunrayaan, teknisi siaran, teknisi transfusi darah, terapis wicara dan wisyaiswara.

Diketahui, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah  menetapkan sebanyak 223 eks honorer K2 Pemprov NTB lolos menjadi P3K. Dari 379 eks honorer K2 yang ikut seleksi, sebanyak 156 orang dinyatakan tidak lolos menjadi P3K Pemprov NTB. Mereka yang lolos menjadi P3K tersebut karena memenuhi passing grade dalam seleksi yang dilakukan akhir Februari 2019. Sebanyak 223 eks honorer K2 yang lolos jadi P3K Pemprov NTB tersebut terdiri dari tenaga guru 205 orang dan penyuluh pertanian 18 orang. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional