Perlu Tambahan Alat Pembelajaran

H. Mashun (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Jumlah alat pembelajaran di tingkat satuan pendidikan tingkat SMA dan SMK masih sangat terbatas. Pemerintah sudah berupaya untuk terus memberikan tambahan anggaran agar sekolah bisa melengkapi alat-alat pembelajaran tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Dr. H. Mashun beberapa waktu lalu menjelaskan mulai tahun ini siswa SMA mendapat tambahan Biaya Operasional Sekolah (BOS) per siswa Rp 40 ribu. Sedangkan siswa di SMK juga naik Rp 90 ribu.

Iklan

Sebelumnya, siswa SMA mendapatkan Rp1.500 juta per siswa. Ada tambahan, sehingga menjadi Rp 1.540 juta per siswa per tahun. Sedangkan siwa SMK menjadi Rp 1.590 per siswa per tahun. Meski kenaikan relatif tidak besar, namun jika diakumulasi maka nilai tersebut cukup membantu sekolah.

“Seperti siswa SMK Pringgabaya misalnya dengan jumlah siswa sebanyak 1,334 orang maka total tambahan sangat besar,” sebutnya. Dikalkulasi, jumlah tambahannya  bisa mencapai Rp 120 juta per sekolah.

Dirata-ratakan setiap sekolah ini jumlah BOS yang masuk ini bisa mencapai Rp 2 miliar. Meski di tengah situasi pandemi corona virus disease (Covid-19), pemerintah tetap mengalokasikan anggaran yang besar untuk kemajuan bidang pendidikan.

Perkembangan BOS setiap tahun dinilai cukup bagus. Terlebih di tengah pandemi saat ini sekolah memang membutuhkan penambangan anggaran untuk melengkapi sarana-prasarana pembelajaran. Seperti aktivitas belajar daring yang membutuhkan kuota internet. (rus)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional