Perlu Perubahan Sistem Distribusi Vaksin, Vaksinasi Tenaga Kesehatan Dimulai

Vaksinasi salah satu tenaga kesehatan di RSUD Kota Mataram, Senin, 18 Januari 2021. Vaksinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 sekaligus mengakhiri pandemi yang telah terjadi sejak awal tahun 2020 lalu.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Mataram mulai dilakukan, Senin, 18 Januari 2021. Pelaksanannya dilakukan antara lain di 11 puskesmas dan 11 fasilitas kesehatan lainnya seperti rumah sakit dan klinik. Di Puskesmas Mataram pelayanan vaksinasi telah dimulai sejak pukul 08.00 Wita. Kepala Puskesmas Mataram, Dr. Wiwik Nurlaela, menerangkan untuk vaksinasi tersebut dibagi menjadi dua shift hingga pukul 13.30 Wita.

“11 Puskesmas di Mataram hari ini serentak vaksinasi. Kalau di Puskesmas Mataram, masing-masing kita sediakan sesi satu 10 (dosis vaksin), jadi ada 20 (dosis vaksin) per hari,” ujar Wiwik, Senin, 18 Januari 2021. Vaksinasi sendiri akan dilakukan tiga kali seminggu, yaitu hari Senin, Selasa, dan Rabu. Dengan wilayah kerja melingkupi Kelurahan Mataram Barat, Punia, Monjok, Monjok Barat, dan Monjok Timur Puskesmas Mataram disebutnya melayani nakes yang telah melakukan registrasi dan menerima SMS untuk vaksinasi di fasilitas kesehatan tersebut.

Iklan

“Jadi sesuai dengan registrasi di aplikasi itu yang kita layani, tergantung nakesnya memilih di mana,” jelas Wiwik. Untuk hari pertama vaksinasi pihaknya mencatat 4 orang nakes yang telah datang sesuai dengan SMS registrasi tersebut. Kendati demikian, dirinya mengakui ada beberapa kendala selama proses pelayanan vaksinasi. Terutama yang disebabkan oleh kinerja aplikasi dari pemerintah pusat.

“Mungkin ada pembenahan. Misalnya tadi ada petugas saya yang harusnya masuk (menerima vaksin) dua orang, tapi karena di aplikasi datanya yang masuk mereka lahir 2020, jadi tidak bisa menerima. Mungkin yang di pusat salah input datanya,” ujar Wiwik. Puskesmas Mataram sendiri akan mengevaluasi secara berkala pelayanan vaksinasi tersebut, khususnya terkait tempat pelaksanaan agar tidak mengganggu layanan kesehatan lainnya.

“Kalau di internal kita tidak ada kendala memang, karena kita sudah persiapan dengan simulasi dan lain-lain, tapi layanannya (untuk vaksinasi) kita sifatnya dinamis saja nanti. Melihat perkembangan bagaimana,” jelasnya. Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daera (RSUD) Kota Mataram, dr. Lalu Herman Mahaputra, menerangkan untuk pelayanan vaksinasi di RSUD Kota Mataram sebenarnya telah diundur sejak Jumat, 15 Januari 2021.

“Jadi kita mundur ke Senin, 18 Januari 2021. Karena itu yang sudah menerima SMS dari Jumat kemarin kita gandeng (proses vaksinasinya) dengan yang hari ini,” ujarnya. Di sisi lain, pria yang akrab disapa dr. Jack tersebut mengeluhkan jatah vaksin yang diterima pihaknya sangat terbatas. “Dalam sehari hanya bisa 15 orang, ini yang menjadi kendala di kita. Karyawan kita saja ada 1.100 orang. Kalau 15 vaksin per hari, itu bisa berbulan-bulan habisnya. Belum ditambah penduduk sekitar yang menerima SMS dan memilih vaksinasi di RSUD Mataram,” jelasnya.

Menurutnya, sistem untuk registrasi vaksinasi yang diterapkan pemerintah pusat saat ini memang perlu diubah. “Artinya berapa kemampuan pemerintah untuk vaksin di NTB, itu dibagikan saja sesuai dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit,” ujar dr. Jack. Dicontohkan, saat ini pihaknya dapat menyimpan hingga 500 dosis vaksin di cold storage milik RSUD Kota Mataram.

“Jadi kalau 1.000 dosis saja kan bisa dua kali. Per hari 100 orang yang divaksin, jadi untuk 1.100 orang di kita saja misalnya hanya butuh waktu 11 hari,” ungkapnya. Dengan proses vaksinasi yang lebih cepat tersebut, pencegahan penularan Covid-19 dinilai dapat dilakukan dengan lebih cepat juga. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional