Perlu Perkuat Sinergi Dalam Penanganan Persoalan Sosial

Dompu (Suara NTB) – Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos), Drs. Abdul Haris meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersinergi dalam menangani persoalan sosial di Kabupaten Dompu. Gejala sosial yang muncul tidak serta merta menjadi tanggung jawab Dinsos, terlebih instansi lain pun harus ambil andil di dalamnya.

Keterlibatan unsur lain dibutuhkan karena masalah sosial ini mencakup hal yang sangat kompleks, baik yang timbul karena faktor pendidikan, perekonomian, lingkungan dan sebagainya. “Tidak bisa dinas sosial saja, harus ada sinergitas dengan semua OPD untuk menangani masalah sosial,” ujarnya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu, 22 Februari 2017.

Iklan

Dalam hal indentifikasi persoalan sosial di Dompu, Abdul Haris, mengaku tak memiliki program tersebut secara khusus. Selain program yang memang telah menjadi tupoksinya, seperti penanganan lanjut usia (Lansia), anak telantar, penyandang cacat dan rehabilitasi korban tindak kejahatan.

Sementara untuk konflik seperti perkelahian antar kampung dan gejala lainya, tugas pihaknya hanya sebatas pemberian bantuan yang sifatnya tangggap darurat. “Kalau pencegahan konflik sosial ditangani Kesbangpoldagri, kita hanya membantu untuk penanganan darurat saja,” jelasnya.

Menurutnya, tingginya jumlah anak jalanan, banyaknya penduduk miskin dan pengangguran di Dompu saat ini, rentan memicu terjadi tindak kriminalitas. Kalau masyarakat sudah sejahtera, memiliki penghasilan tetap dan angka pengangguran berkurang dipastikan kasus kriminalitas akan minim ditemukan.

Selain beberapa persoalan tersebut, hal lain pemicu konflik berdasarkan pantauan pihaknya akhir-akhir ini ialah keberadaan hiburan malam seperti orgen tunggal. Anak muda yang kini mengandalkan kekuatan kelompok cenderung berbuat anarkis meskipun karena hal spele.

Untuk itu harap dia, untuk meminimalisir persoalan sosial yang ditemukan selama ini diperlukan sinergi yang kuat, baik dalam pelaksanaan program, pengungkapan kasus dan pencegahanya.  “Padahal ini persoalan spele, anak muda yang saling tersenggol atau apa kadang kan disitu pemicu konflik kita hari ini,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here