Perlu Penelitian Mendalam Soal “Generasi Baru” Pasien Covid-19

Suasana swab test pedagang di pasar tradisional di Kabupaten Sumbawa, yang dilakukan oleh STP, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Direktur Sumbawa Technopark (STP), Dr. Arief Budi Witarto, M.Eng mengutarakan pendapatnya soal enam pasien Covid-19 “generasi baru”. Yaitu, pasien yang sudah sembuh namun kembali tertular atau positif. Arief mengemukakan perlunya dilakukan penelitian dan pemeriksaan mendalam soal pemicu penularan tersebut.

Arief menyebutkan, setidaknya ada dua kemungkinan yang menjadi pemicu tertularnya pasien semacam ini. Kemungkinan pertama, ia memang benar-benar telah sembuh, namun kembali tertular dari orang yang mengidap Covid-19. Namun, Arief menilai kemungkinan ini juga dapat dipertanyakan karena lazimnya, pasien yang sudah tertular sebelumnya pasti memiliki kekebalan terhadap Covid-19.

“Makanya ada kemungkinan kedua,” sebutnya.

Kemungkinan kedua adalah, pasien-pasien tersebut belum benar-benar sembuh. Arief mengaku pernah menemukan adanya pasien yang memiliki jumlah virus (viral load) Covid-19 yang tinggi dalam tubuhnya.

“Tapi pasien ini sekitar dua pekan kemudian dinyatakan sembuh. Karena pemeriksaan nasofaring dua kali negatif. Sebulan kemudian, namanya ada di pemeriksaan dan positif,” ungkapnya.

Terhadap pasien seperti ini, Arief mengungkapkan adanya kemungkinan kedua. Dimana, virus sudah tidak ada lagi di nasofaring sang pasien. Sehingga, ketika menjalani dua kali pemeriksaan ia negatif dan dinyatakan sembuh.

“Sudah negatif tapi masih ada virusnya yang di feses tadi. Ketika daya tahan tubuh menurun dia kambuh lagi. Tapi ini baru dugaan karena (pemeriksaan feses pasien) ini nggak masuk protap,” ujarnya.

Arief menyarankan, dilakukan pemeriksaan sequence virus dari infeksi pertama dan infeksi kedua. Jika ditemukan kesamaan, berarti bisa dikatakan bahwa pasien tersebut sebenarnya belum sembuh saat terinfeksi pertama kali.

Arief mengaku saat ini banyak mendapatkan masukan dari para dokter yang menangani pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet. Mereka menyarankan agar ia membantu melakukan pemeriksaan terhadap feses pasien-pasien dengan viral load yang tinggi.

Terhadap pasien seperti ini, Arief menyarankan diberikan tambahan pemeriksaan sebelum dinyatakan sembuh, yaitu pemeriksaan di fesesnya. “Mungkinkah ditambahkan lagi untuk yang viral loadnya tinggi, pemeriksaan di feses untuk orang-orang yang potensinya tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menemukan sebanyak enam pasien Covid-19 yang sudah sembuh, kembali tertular virus asal China tersebut. Untuk itu, Dikes yang merupakan bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB ini meminta masyarakat meningkatkan keamanan dengan patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

‘’Sudah kita temukan ada enam pasien yang pernah sembuh tertular kembali penyakit Covid-19. Tingkatkan keamanan dengan patuh kepada protokol kesehatan,’’ kata Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A di Mataram, Sabtu, 21 November 2020.

Eka mengingatkan, masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Dengan patuh terhadap protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir selama 20 detik atau menggunakan hand sanitizer. Serta menjaga jarak minimal 1 – 2 meter, akan mampu melindungi masyarakat dari paparan Covid-19.

Selain itu, masyarakat diminya menjauhi kerumunan dan keramaian. ‘’Serta meningkatkan imunitas dengan makanan bergizi, gizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga dan kelola stres,’’ imbuhnya. (aan)