Perlu Kajian Komprehensif Selamatkan Pantai Maluk

Kondisi Pantai Maluk, di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang terus tergerus akibat abrasi.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Untuk menyelematkan pantai Maluk dari ancaman abrasi tidak dapat dilakukan secara parsial dan setengah-setengah. Sebaliknya sebelum melangkah menata pantai salah satu destinasi wisata dan pusat UMKM di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) perlu dikaji secara komperhensif terlebih dahulu.

“Saya kira dikaji seluruhnya dulu sebelum kita buat aksi menyelamatkan pantai Maluk dari abrasi,” demikian diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda KSB, Amar Nurmansyah, saat menjadi narasumber webinar KPCPEN, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, upaya menyelamatkan pantai Maluk sebenarnya sudah digagas di zaman PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Sebagai salah satu wilayah binaan kegiatan pemberdayaan ekonominya, PTAMNT sempat membangun tanggul di sekitar pantai. Sayang tanggul tersebut tetap jebol dihantam gelombang. “Saya pernah dimintai pendapat sama Newmont. Saran saya kita harus buat kajian menyeluruh dulu karena tidak bisa aksi sporadis. Tapi Newmont malah perbaiki tanggulnya lagi dan ya jebol lagi sampai sekarang,” timpalnya.

Sepeninggal PTAMNT, lanjut Amar, Pemda KSB sudah menaruh perhatian serius terhadap penyelamatan pantai Maluk tersebut. Bahkan sesuai rencana, pemerintah pada tahun 2021 mendatang telah menyiapkan anggaran untuk menyusun kajian guna menganalisis langkah tepat mengembalikan kondisi pantai itu.

“Konsep penyelamatannya nanti menyeluruh. Makanya lebih tepat kita sebut revitalisasi pantai. Tidak per bagian saja di mana misalnya untuk wisata, tapi perbaikan pantai mencakup seluruh fungsinya,” sambung Amar seraya menambahkan program penyusunan kajiannya akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP). (bug)