Perkuat Toleransi Beragama, Umat Buddha Bagikan Masker pada Jemaah Salat Idul Adha

Muda-mudi Keluarga Budhayana Indonesia membagikan masker kepada warga Muslim yang hendak menunaikan Ibadah Salat Idul Adha. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Toleransi beragama antara umat Islam, Buddha dan Hindu di Kabupaten Lombok Utara (KLU), terpelihara dengan sangat baik. Tidak ada gesekan, apalagi konflik antarumat. Sebaliknya, kepekaan antarumat terus dikuatkan dengan saling membantu.

Salah satunya terlihat manakala umat Buddha membantu jemaah Muslim menjalankan ibadah Salat Idul Adha 1442 Hijriyah, Selasa, 20 Juli 2021. Sebanyak 1.500 lembar masker dibagikan oleh Keluarga Budhayana Indonesia (KBI) NTB, kepada jemaah Muslim di 4 masjid di Kecamatan Pemenang.

Iklan

Lokasi kecamatan ini dipilih tidak lepas dari keberadaan Romo Mertawadi, pengurus KBI NTB yang berasal dari Dusun Tebango, Desa Pemenang Timur. Namun kegiatan bakti sosial ini tidak hanya berpusat di satu kecamatan saja. KBI juga membagikan masker, sembako kepada keluarga terpapar Covid, serta membagikan hand sanitizer secara acak di KLU.

Kepada Suara NTB, Romo Metawadi, mengatakan pembagian 1.500 masker merupakan bentuk dukungan untuk memperlancar ibadah Salat Idul Adha sesuai protokol kesehatan Covid 19. Pada kesempatan kemarin, KBI bekerjasama dengan Polsek Pemenang, sehingga masker terbagi secara maksimal.

“Kita tahu, kalau tidak prokes tidak boleh ibadah. Tapi tidak hari raya hari ini saja, hampir di setiap hari raya sering kami lakukan, termasuk Hari Raya Idul Fitri yang sudah lewat,” ucap Romo.

Untuk diketahui, jamaah empat masjid tempat pembagian masker antara lain, Masjid Karang Subagan, Masjid Jamiq Pemenang, Masjid, Masjid Karang Pansor dan Masjid Karang Montong Daya. KBI melibatkan sekitar 15 orang muda-mudi untuk membagikan masker. Bersama aparat Polsek Pemenang, mereka sudah berjaga di sepanjang jalan menuju masjid setempat untuk selanjutnya memberikan masker kepada jemaah yang lupa membawa masker.

“Tidak hanya masker, kawan-kawan Pemuda KBI juga kita minta mengatur sandal warga yang salat,” imbuhnya.

Kegiatan serupa masih akan berlangsung untuk mencegah penularan Covid di KLU. Romo menyebut, pekan depan pihaknya akan turun ke pasar-pasar, dari Pasar Pemenang, Tanjung, Gangga dan kecamatan lain, untuk membagikan masker dengan target jumlah 2.000 lembar. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah agar pengunjung pasar tetap disiplin menerapkan 5M.

“Untuk masker kamk dibantu dari KBI, dan ini tahap awal. Setelah dari masjid, kami akan mengunjungi rumah warga Tebango, kebetulan ada yang reaktif dan positif Covid. Warga terpapar kami bantu dengan sembako, seperti beras, telur, dan bahan pokok lain,” paparnya.

Terpisah, tokoh Buddha, yang juga anggota DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, mengakui tetap menganjurkan untuk membantu umat Muslim dan Hindu. Baginya, besar kecilnya bantuan akan sangat berarti dalam memupuk rasa persaudaraan sebagai sesama warga KLU. Terlebih lagi, umat tiga agama tersebut hidup rukun, damai dan saling menghormati satu sama lain.

“Ya saya anjurkan untuk selalu menguatkan toleransi. Kegiatan seperti ini supaya terus ditingkatkan. Dalam kondisi pandemi ini, kita harus saling menguatkan dengan menjaga silaturahmi dan saling membantu,” tambah Sudirsah.

Di saat bersamaan, usai ibadah Salat Idul Adha, dirinya selaku Ketua DPC Gerindra turun langsung mengawasi proses penyembelihan hewan (sapi) kurban dan membagikannya kepada warga yang membutuhkan. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional