Perkuat Ideologi, Ummat Wajibkan Pegawai Ikut ‘’Baitul Arqam’’

Peserta kegiatan Baitul Argam lingkup kampus Ummat belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Baitul Arqam atau penguatan wawasan Kemuhammadiyahan menjadi tradisi wajib bagi para pegawai lingkup Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat). Diinisiasi Lembaga Pengkajian, Pengamalan, Pengembangan Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK), kegiatan sudah dilaksanakan 29 –  31 Maret lalu.

Peserta kegiatan Baitul Arqam adalah pegawai kontrak dan calon pegawai tetap, mengusung tema “Internalisasi Pemahaman dengan Praktek Ubudiyah Menuju Islam yang Mencerahkan”.

Iklan

Hadir Rektor Ummat, Drs. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd, para Wakil Rektor, Dekan dan wakil Dekan, serta seluruh Kepala Biro, Lembaga, dan UPT di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram.

Jumlah peserta pada kegiatan Baitul Arqam mencapai 60 orang,  bertempat di Balai Diklat Pertanian, Kecamatan Narmada.  “Baitul Arqam ini sifatnya penyegaran, penguatan, pengukuhan tentang ideologi kemuhammadiyahan dan nilai-nilai Al-Islam,”  kata Rektor Ummat, H. Arsyad  Gani.

Rektor menegaskan, setiap yang bergelut dalam amal usaha atau persyarikatan Muhammadiyah wajib memahami ideologi Muhammadiyah, salah satunya melalui kegiatan Baitul Arqam.  “Baitul Arqam ini bukan hanya sebagai formalitas agar dapat nilai bagus, akan tetapi kegiatan ini harus dijadikan wadah untuk belajar memahami Muhammadiyah dengan baik hingga dapat diwujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tegasnya.

 Selanjutnya, materi yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai stakeholder dalam amal usaha maupun sebagai kader Muhammadiyah di manapun berada.

Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Ummat H. Gulam Abbas menambahkan, Muhammadiyah sudah berada pada titik pergerakannya pesat. Apalagi didukung oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Ia juga mengingatkan, dalam kondisi saat ini, bagi orang yang bekerja setiap hari wajib membutuhkan kawan seiring dalam bekerja. Kawan seiring itu adalah ibadah.  “Salah satu tujuan Darul Arqam adalah menyeimbangkan antara gerak keinginan duniawi yang luar biasa dengan peringatan ukhrawi. Orang-orang yang berkerja mati-matian sampai menunda waktu ibadah sering tidak merasa bahwa bisa jadi besok sudah ditanam,” ujarnya mengingatkan. (ars/*)