Perketat Prokes, SMAN 9 Mataram Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

0
Nengah Istiqomah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  SMAN 9 Mataram memperketat protokol kesehatan dengan memasang aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk sekolah. Pihak sekolah terus mengimbau warga sekolah untuk melaksanakan protokol kesehatan cegah penularan Covid-19.

Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah pada Selasa, 11 Januari 2022 mengatakan, sebelum PTM penuh, pihaknya melakukan berbagai persiapan, Satgas Covid-19 sekolah bekerja sama dengan Puskesmas dan memastikan 85 persen siswa SMAN 9 Mataram telah divaksin. Selain itu pihaknya juga telah menerapkan protokol kesehatan, salah satunya memasang aplikasi PeduliLindungi.

IKLAN

“Terpantau 90 persen  guru dan tenaga kependidikan SMAN 9 Mataram telah unduh PeduliLindungi ini, juga telah dibagikan ke semua siswa. Sejauh ini belum ada respon negatif dari warga sekolah untuk penerapan prokes,” jelas Istiqomah.

Ia juga menyampaikan, meski NTB terkategori level 1 di peta zona wilayah terdampak Covid-19 berwarna hijau, tetapi ia tetap mengimbau warga sekolah menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Menurutnya, kesiapan mental serta penerapan disiplin positif juga penentu keberlangsungan pembelajaran tatap muka. Istiqomah menyebutkan, SMAN 9 Mataram memberlakukan masuk siang dan masuk pagi dengan durasi satu jam pelajaran selama 30 menit.

“Di SMAN 9 Mataram telah mengadakan rapat awal tahun agenda menyatukan visi dan misi agar target kemajuan pendidikan tercapai dan di hari Sabtu (8/1) kemarin mengundang orang tua dan komite untuk berpartisipasi aktif dalam mendampingi putra-putri, terlebih persiapan untuk masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., ditemui pekan kemarin mengatakan, PTM penuh diikuti oleh satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 1 atau PPKM level 2 dengan ketentuan satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen. “PTM dilaksanakan setiap hari dan bisa dihadiri 100 persen dari kapasitas ruang kelas; dan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari,” ujar Aidy.

Sementara itu, bagi satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 50 persen sampai dengan 80 persen, maka pembelajaran tatap muka dilaksanakan setiap hari secara bergantian. Jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Serta lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari.

Sedangkan untuk satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 50 persen pembelajaran tatap muka dilaksanakan, maka PTM setiap hari secara bergantian dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Lama belajar paling banyak empat jam pelajaran per hari. (ron)