Perkara Fidusia, Kejati Tangkap Buronan Terpidana Overkredit Mobil

Terpidana perkara fidusia Moch Adhi Caesar Nugroho (tengah) digiring Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati NTB, Kamis, 5 Maret 2021 usai ditangkap di sebuah perumahan di Kekeri, Gunungsari, Lombok Barat.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Buronan Kejati NTB Moch. Adhi Caesar Nugroho akhirnya tertangkap. Terpidana perkara fidusia ini kabur setelah divonis satu tahun delapan bulan penjara. Adhi kedapatan bersembunyi di kontrakan barunya. “Dia selama ini berpindah-pindah,” ucap Asisten Intelijen Kejati NTB Munif didampingi Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan Kamis, 5 Maret 2021.

Adhi Caesar ditangkap di Perumahan Griya Taman Puri Kekeri, Gunungsari, Lombok Barat Kamis sore kemarin. Adhi menyewa rumah setelah pindah dari kontrakan sebelumnya di Monjok, Selaparang, Mataram. “Dia ini sudah tiga kali disampaikan surat panggilan eksekusi. Tapi dia tidak pernah menghadiri panggilan tersebut sehingga masuk daftar pencarian,” sebut Munif. Adhi yang aslinya tinggal di Graha Permata Kota ini jadi buronan sejak 17 Desember 2000.

Iklan

Munif mengungkapkan, Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis pidana terhadap Adhi dengan penjara selama satu tahun delapan bulan, dan denda Rp20 juta subsider empat bulan kurungan. Sementara jaksa penuntut umum sebelumnya mengajukan tuntutan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp20 juta subsider enam bulan kurungan. “Vonisnya inkrah setelah lewat masa tujuh hari pikir-pikir tidak ada upaya hukum lanjutan,” sebutnya.

Sepanjang penyidikan di Polda NTB maupun persidangan, Adhi memang tidak ditahan. Merujuk KUHAP, perkara yang didakwakan kepada Adhi tidak mensyaratkan wajib penahanan. “Setelah berhasil kita tangkap, dia kita titipkan sementara di Rutan Polresta Mataram. Setelah keluar hasil tes Covid-19 nya, kita segera pindahkan ke Lapas Mataram,” kata Munif.

Adhi Caesar terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 36 juncto pasal 23 ayat (2) UU No.42/1999 tentang Jaminan Fidusia. Terpidana mengalihkan objek jaminan fidusia tanpa izin perusahaan pembiayaan PT MPM Finance Mataram pada 3 Januari 2019. Adhi sebelumnya membeli mobil Toyota Avanza DR 1836 DH dengan fasilitas pembiayaan dari MPM Finance.

Angsuran kredit Rp5 juta dengan tenor empat tahun. Angsuran kreditnya baru berjalan enam bulan, tapi Adhi membuat perjanjian overkredit dengan orang lain seharga Rp32 juta tanpa persetujuan tertulis dari perusahaan pembiayaan. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional