Peringati HUT Lobar Ke-63 dengan Dzikir dan Doa

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Wabup Hj. Sumiatun bersama jajaran dan forkompimda saat Gema Dzikir dan Doa untuk memperingati HUT Lobar ke 63, Jumat, 16 April 2021. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) menggelar Gema Dzikir dan Doa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lobar ke 63 tahun 2021. Kegiatan yang diadakan di Bencingah Kantor Bupati, Jumat, 16 April 2021 diisi juga dengan pembagian mushaf Al-Qur’an dan santunan pada anak yatim.

Dalam kesempatan itu, hadir Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Wabup Hj. Sumiatun, Sekda H. Baehaqi, Ketua TP PKK Hj. Khairatun Fauzan Khalid, Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, Wakil Ketua Hj. Nurul Adha dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Iklan

Bupati mengatakan kali ini menjadi tahun kedua HUT Lobar dilaksanakan secara sederhana, karena pandemi Covid-19. “Mudahan-mudahan pelaksanaan perayaan HUT, walau sederhana namun menjadi penyemangat untuk memberikan hal terbaik bagi masyarakat Lobar. Tema yang diambil pada HUT kali ini adalah Mantap, Kolaboratif dan Inovatif,” jelasnya.

Maksud tema itu, jelasnya, apa yang dihasilkan dalam program pembangunan bisa berkah dan maksimal kalau dilaksanakan bersama melibatkan semua pihak. Kolaboratif, jelas dia, bermakna tidak boleh OPD jalan sendiri dalam melakukan program dan tidak boleh juga mengklaim dari hasil kerja sendiri.

Menurutnya, kalau kolaborasi bisa diwujudkan tidak ada hal sulit. Kolaborasi itu, tambahnya, paralel dengan nilai silaturahmi. “Karena itu dinas harus sadar tidak bisa bergerak sendiri, Tapi harus kolaboratif dengan OPD dan pihak terkait di luar OPD,” ujarnya.

Kemudian Inovatif, di sini diartikan dalam bahasa Sasak adalah genem (rajin). Ia berharap tidak ada satupun OPD atau person dari ASN yang tidak memiliki inovasi dalam melaksanakan tugas dan program. “Inovatif ini tidak saja konteks OPD namun persoen sebagai aparatur negara,”jelas dia.

Sementara dalam tausiahnya, TGH. M. Taisir menyampaikan soal waktu. Di mana para jajaran Pemda harus menjadikan moment HUT ini untuk muhasabah diri program apa yang mandek, belum terlaksana dengan baik. Doa dan zikir ini diikuti oleh segenap OPD dan kecamatan melalui zoom meeting. Kehadiran peserta dibatasi di bencingah, karena standar penerapan protokol kesehatan. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional