Peringati Hari Gizi Nasional, Aruna Senggigi Gelar Pemeriksaan Gizi dan Kesehatan di Desa Pusuk Lestari

Dari kiri ke kanan: Kepala Puskesmas Meninting, Kepala Desa Pusuk Lestari, GM Aruna Senggigi, Kapolsek Senggigi, Camat Batu Layar, dan Danramil Gunung Sari berfoto bersama dalam kegiatan pemeriksaan gizi dan kesehatan di Kantor Desa Pusuk Lestari, Rabu, 27 Januari 2021.

Mataram (Suara NTB) – Aruna Senggigi Resort & Convention bekerja sama dengan Polsek Senggigi dan Puskesmas Meninting menggelar kegiatan pemeriksaan status gizi untuk balita dan kesehatan lansia, pada Rabu, 27 Januari 2021 di Desa Pusuk Lestasi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional.

General Manager Aruna Senggigi, Weni Kristanti, menerangkan diselenggarakannya kegiatan tersebut membawa semangat pihaknya untuk berbagi dan terus memberi manfaat pada masyarakat sekitar. “Salah satunya dengan pemerisksaan status gizi ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus kami lakukan secara reguler,” ujarnya, Rabu, 27 Januari 2021ditemui di sela-sela kegiatan.

Iklan

Menurut Weni, pandemi virus corona (Covid-19) yang telah berlangsung sejak Maret 2020 memang memberi dampak yang luar biasa, terutama pada sektor pariwisata. Namun semangat untuk berbagi sesama disebutnya tidak boleh surut, terlebih di masa sulit seperti saat ini.

“Kami berharap ini bisa menjadi motivasi juga untuk pelaku usaha wisata yang lain supaya terus membantu sesama,” ujar Weni. Terkait pemeriksaan gizi bagi balita sendiri diakuinya menjadi salah satu perhatian pihaknya. “Karena balita yang hari ini mengikuti kegiatan adalah penerus-penerus kita di masa depan. Sehingga kesehatannya harus menjadi perhatian bersama,” sambungnya.

Berdasarkan data di Puskesmas Meninting, untuk cakupan wilayah Kecamatan Batu Layar, maka Desa Pusuk Lestari adalah salah satu wilayah dengan angka stunting tertinggi. Untuk itu, gelaran pemeriksaan gizi yang dilakukan pihaknya diharapkan dapat mendorong penurunan angka stunting tersebut.

Turut Hadir dalam kegiatana tersebut Kepala Puskesmas Meninting, Camat Batu Layar, Danramil Gunung Sari. Pemeriksaan sendiri dilakukan pada 110 orang warga Desa Pusuk Lestari. Antara lain 75 orang balita dan 35 orang lansia. Di mana seluruh masyarakat yang mengikuti pemeriksaan gizi dan kesehatan tersebut juga menerima bantuan sembako dari Aruna Senggigi.

Kapolsek Senggigi, AKP Bowo Tri Handoko, yang turut hadir dalam kegiatan mengapresiasi kepedulian Aruna Senggigi untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. “Ini bentuk kepedulian kami juga di Polres Lombok Barat, khususnya Polsek Senggigi untuk terjun langsung ke masyarakat yang membutuhkan di bidang kesehatan,” ujarnya.

Diterangkan, ide program pengecekan kesehatan tersebut memang tercetus pertama kali setelah adanya lokakarya penurunan stunting di Desa Pusuk Lestari, di mana pihaknya mendapati hingga akhir 2020 angka stunting tersebut masih cukup tinggi.

“Dengan pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan dari segi ekonomi, kadanga kita jadi tidak sempat melakukan sesuatu untuk bidang kesehatan yang lain seperti penurunan stunting ini,” ujar Bowo. Ia menerangkan, untuk memenuhi protokol Covid-19 sendiri peserta kegiatan pemeriksaan gizi dan kesehatan balita dan lansia di Desa Pusuk Lestari memang dibatasi.

“Jadi memang kita sepakat 110 orang saja. Kita juga bagi pemeriksaannya menjadi dua tahap untuk menghindari adanya penumpukan orang,” jelasnya. Hal tersebut penting dilakukan, mengingat Desa Pusuk Lestari samapi saat ini masih menjadi zona hijau penyebaran Covid-19.

Kepala Desa Pusuk Lestari, H Junaidi, menyambut baik pemeriksaan kesehatan tersebut. “Kami tidak menyangka akan dipilih menjadi bagian kegiatan ini. Karena pascapandemi kita sama-sama tahu usaha pariwisata adalah yang paling terdampak, tapi masih ada pelaku usaha yang mau membagikan rezekinya,” ujarnya.

Terkait upaya penurunan stunting sendiri, disebutnya telah berhasil dilakukan setiap tahunnya. Antara lain dengan pemberian makanan tambahan bagi balita di Desa Pusuk Lestari. Kendati demikian, hal tersebut diakui masih membutuhkan perhatian. Termasuk untuk masalah sosial ekonomi lainnya.

“Kita terus mengimbau kepada masyarakat, antara lain ada lahan dan kebun untuk membantu ekonomi terus berjalan, tapi ada juga masalah lain seperti di bidang pendidikan. Kita barharap program seperti ini dapat berjalan terus sebagai bentuk dukungan bagi desa,” tandas Junaidi. (bay/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional