Peringatan HUT NTB Ke-62, Kolaborasi Jabar-NTB: Industrialisasi untuk NTB Gemilang, Indonesia Maju

M. Ridwan Kamil (kiri) dan H.Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Di hari ulang tahunnya yang ke-62, Provinsi NTB semakin mengukuhkan komitmen membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Semangat ini ditandai dengan diinisiasinya serangkaian program dalam payung Jabar-NTB Connection. Kerjasama dua provinsi ini akan mengukuhkan pembangunan industri dan penguatan ekonomi masyarakat NTB dan Jabar.

Dalam rangka itulah, Gubernur Jawa Barat (Jabar), M. Ridwan Kamil, akan hadir sebagai salah satu tamu undangan dalam perayaan HUT NTB yang ke-62 jatuh pada Kamis, 17 Desember 2020.

Rencananya, Ridwan Kamil juga akan memberikan pidato kebangsaan di hadapan para tamu undangan yang menghadiri peringatan HUT NTB kali ini.

Sebagai daerah dengan jumlah industri kreatif terbesar di Indonesia, Jawa Barat memang layak menjadi daerah acuan NTB untuk mengembangkan industri kreatif. Data BPS tahun 2016 memperlihatkan, tak kurang dari 1.504.103 unit industri kreatif ada di Jawa Barat. Industri kreatif di Jabar juga menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja dengan 3.808.368 pekerja yang terlibat di dalamnya.

Karenanya, kerjasama dengan Jawa Barat diharapkan bisa mengakselerasi kemajuan NTB di bidang industri kreatif.

Akselerasi industri kreatif di NTB sangat dibutuhkan untuk menyongsong perhelatan MotoGP 2021. Saat MotoGP digelar, Provinsi NTB hampir dipastikan akan kebanjiran tamu. Dengan demikian, akan dibutuhkan produk industri kreatif dalam jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi permintaan yang muncul selama perhelatan tersebut.

“Untuk itu, kita perlu menyiapkan banyak suguhan. Yaitu, produk-produk industri kreatif kita. Dalam penyediaan produk inilah, kita butuh dukungan dari banyak pihak. Tak terkecuali dari daerah-daerah lain di nusantara, dan Jabar adalah yang terbaik di bidang industri kreatif ini,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam pemaparannya di rapat paripurna HUT NTB, Rabu, 16 Desember 2020.

Karena itulah, kolaborasi dengan Provinsi Jawa Barat ini sangat penting. Kolaborasi ini, antara lain akan terwujud melalui penandatanganan Letter of Intent Jabar – NTB connection.

Tidak itu saja, kerjasama Jabar – NTB ini juga akan diwujudkan dalam sektor pariwisata, industri kreatif, pendidikan, perdagangan dan investasi. Kerjasama dengan Jawa Barat ini, nanti akan kita wujudkan dengan terbentuknya sebuah komite yang dinamakan “Komite Kreasi Jabar dan NTB”. Sebuah komite yang bertanggung jawab terhadap berjalannya kerjasama kedua belah pihak.

Kerjasama dalam menghadapi MotoGP akan teraktualisasi dalam dua program turunan, yaitu Penguatan komoditas yang lebih tinggi daya saingnya untuk menangkap momentum event olahraga internasional dan pengembangan branding NTB sebagai provinsi dengan daya tarik wisata yang spesifik pada event olahraga bertaraf internasional.

“Hal ini dapat menghasilkan kekuatan narasi MANDALIKA 2021 sebagai salah satu area unggulan NTB dengan momen bersejarah di 2021,” ujar Kepala Biro Humas Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Rabu, 16 Desember 2020.

Hari Ulang Tahun NTB juga akan menjadi momentum untuk merayakan sejumlah catatan sejarah baru dengan peluncuran sejumlah terobosan NTB di bidang industri, investasi dan penguatan ekonomi lokal.

Di HUT NTB ini, Pemprov NTB akan meluncurkan Aplikasi Silamo, Aplikasi e-mall, Bus Disabilitas, penyerahan SUT & SRUT Sepeda Listrik, fabrikasi sepeda listrik dan motor listrik (NgebUTS, Le-BUI dan Metric-B) oleh IKM NTB, 2163 unit mesin  dan perkakas buatan lokal yang akan dibagikan ke UKM, NTB mall sebagai bagian dari digitalisasi marketing untuk IKM dan UKM, Sistem Informasi Posyandu (SIP), Mahadesa (Bumdes & GNE) dan Lomba Logo MotoGP Mandalika.

“Dengan diluncurkannya program dan terobosan-terobosan ini, kita akan menancapkan tonggak baru, sebagai satu dari ribuan langkah maju yang akan kita tempuh, bagi kebaikan NTB kita tercinta,” ujar Najamuddin.

Sepanjang tahun ini, Provinsi NTB juga dihadapkan pada pergulatan melawan pandemi Covid-19. Sampai hari Selasa, 15 Desember 2020, wabah ini telah menjangkiti tak kurang dari 5.135 orang di NTB. Sebanyak 4.353 diantaranya sembuh, 267 meninggal dunia, dan 515 orang masih perawatan.

Ada dua upaya yang ditempuh dalam perang melawan pandemi ini. Upaya pertama, adalah di sisi penanganan kesehatan. Dengan segala keterbatasan dan sumber daya, para penentu kebijakan bersama tenaga medis dan pemangku kepentingan, telah mendorong terpenuhinya tiga agenda besar, yaitu melakukan proteksi, deteksi dan respon terhadap penyakit ini.

Upaya berikutnya, adalah di wilayah pemulihan ekonomi. Sebab, corona tidak hanya menggerogoti kesehatan masyarakat NTB. Melainkan, juga membuat ekonomi lesu dan kehilangan daya dorongnya.        Disinilah dibutuhkan stimulus ekonomi bagi warga NTB.

“Upaya stimulus ekonomi inilah yang kita kongkretkan melalui sejumlah program turunan seperti, program industrialisasi, STIPark,  sepeda listrik, bela dan beli produk lokal, serta Jaring Pengaman Sosial (JPS Gemilang),” ujar Najamuddin.

Ia menegaskan, JPS Gemilang ini merupakan wujud keberanian kita untuk menjadikan pandemi sebagai hikmah di balik musibah. Dimana, Pemprov NTB telah menyalurkan ratusan ribu paket sembako yang isinya merupakan produk-produk UMKM/IKM lokal NTB.

JPS Gemilang adalah strategi Provinsi NTB agar bisa membantu masyarakat kecil, sekaligus mengakselerasi IKM dan UKM di NTB.

Selama tiga bulan, Pemprov. NTB telah menyalurkan tak kurang dari 350 ribu paket sembako kepada masyarakat miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatkan bantuan JPS pusat, dan kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak Covid-19. Selama itu pula, kita telah melibatkan dan mengakselerasi pertumbuhan dari 4.673 UKM/IKM di NTB.

“Alhamdulillah, keberanian kita berbuah manis dan kini JPS Gemilang telah mengantarkan NTB menjadi salah satu daerah yang jadi rujukan nasional dalam strategi pemulihan ekonomi di masa pandemi,” pungkasnya. (aan/*)