Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2017, Akses dan Pelayanan KB Jadi Atensi

Giri Menang (Suara NTB) – Puncak peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2017 Tingkat Nasional di NTB, Selasa, 26 September 2017 diisi dengan seminar nasional yang mengangkat tema Kita Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan Kontrasepsi Dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D menjelaskan akses dan pelayanan kontrasepsi di Indonesia masih menjadi atensi penting BKKBN untuk meningkatkan jumlah pengguna kontrasepsi.

Iklan

Kepala BKKBN Provinsi NTB memberikan piala kepada santri pemenang lomba Aksi GenRe 2017

“Peningkatan akses, dipermudah akses itu, selama ini kan kebutuhan ber KB tidak terpenuhi karena aksesnya kurang, harus dipenuhi, harus diperbanyak. Pengguna kontrasepsi, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) juga baru 21,5 persen dari target 21,7 persen di RPJMN. Makanya sekarang akan lebih gencar diperkenalkan, disosialisasikan,” terangnya ditemui di lokasi acara di Senggigi.

Pemberian cinderamata oleh Kepala BKKBN Pusat, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH,Ph.D kepada staf ahli bidang pemerintahan Pemkab Loteng, Subroto, S.IP

Selain akses, Surya mengaku kompetensi sumberdaya manusia dalam pelayanan kontrasepsi masih menjadi kendala. Terutama untuk pemasangan MKJP, masih perlu dilakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi. Salah satunya yaitu dengan peresmian Bidan Praktik Mandiri pada Senin, 25 September 2017 di Desa Sepit Kecamatan Keruak, Lombok Timur.

Tamu undangan yang hadir dalam penutupan aksi GenRe di ponpes Bagu. Tampak Kepala BKKBN Provinsi NTB dan BKKBN Pusat beserta rombongan, pendiri ponpes Qamarul Huda serta pejabat lingkup Kabupaten Loteng serta santri Qamarul Huda.

“Tempat bidan praktek mandiri sebagai tempat magang dari bidan-bidan. Supaya pelatihannya berkelanjutan, jadi bukan hanya pelatihan 2-3 hari kemudian tidak ada pasien sebagai latihan mereka. Nanti seluruh bidan bisa magang di sana untuk pemasangan MKJP, implant dan IUD,” paparnya.

Pembukaan Seminar Nasional Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2017 oleh Kepala BKKBN RI, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D di dampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M. Si.

Selain tempat magang bidan, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M. Si menjelaskan dilakukan pencanangan Kampung KB. Untuk tahun 2017, direncanakan akan dilakukan pencanangan 116 Kampung KB di NTB, di mana di tiap kecamatan ada Kampung KB. Namun, baru 44 Kampung KB yang berhasil dicanangkan.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, SH, M.Si saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2017

“Kita lakukan pendekatan supaya bisa pencanangan tahun ini. Butuh komitmen dari masyarakat setempat barulah dicanangkan sebagai Kampung KB,” sebutnya.

 

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2017

Berdasarkan data BKKBN NTB, penggunaan alat kontrasepsi di NTB semakin meningkat, sekitar 62 persen dari 1,3 juta pasangan usia subur. Namun, kebanyakan masih merupakan pengguna kontrasepsi non MKJP, yakni menggunakan pil yang diminum tiap hari dan suntik tiap bulan. Pengguna MKJP di tercatat tahun ini mencapai 30 persen, terjadi peningkatan dibanding tahun lalu sekitar 18 persen.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, SH, M.Si duduk bersama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D dalam acara seminar nasional Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2017

Termasuk untuk menarik minat masyarakat menjadi pengguna kontrasepsi, Makripuddin mengatakan dilakukan kerja sama dengan pondok pesantren. “Dulu ketika orang menolak imunisasi, ketika kemudian Tuan Guru Maulana Syeikh memberikan vaksin pada satu anak. Kemudian langsung digebrak, sukses program imunisasi waktu itu. Sama dengan program KB, ketika tokoh-tokoh agama sudah mendukung maka kita tidak kesulitan di lapangan,” katanya.

Suasana dialog interaktif yang disiarkan langsung  oleh Lombok TV dari Hotel Aruna Senggigi

Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin yang hadir dalam seminar tersebut menyatakan dukungan atas langkah-langkah BKKBN dalam upaya menangani masalah kependudukan di NTB. “Betapa program kependudukan itu harus kita sukseskan. Karena di situ akan menyangkut persoalan kemiskinan, pengangguran, lapangan kerja, berkaitan semua. Makanya sinergitas serta kolaborasi stakeholder terkait dengan BKKBN wajib kita laksanakan,” imbuhnya.

Selain seminar, rangkaian acara peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia dilanjutkan dengan dialog interaktif dan penutupan acara Aksi GenRe Akademi Kreatif Santri Berbasis Pondok Pesantren bertempat di Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah. Dibuka Senin (25/9) oleh Direktur Advokasi dan KIE BKKBN RI, Sugiyono, S.Pd, MM, acara ini dihadiri oleh ratusan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Lombok.

Kepala Bidang Advokasi Penggerakan Informasi (Akpin) BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samsul Anam, M.Ph, menyatakan acara ini dilaksanakan untuk mengajarkan peserta terutama remaja dalam memahami kesehatan reproduksi. “Juga untuk memahami makna salam GenRe yaitu anti seks bebas, anti pernikahan dini, dan anti narkoba,” jelasnya.

Direktur Advokasi dan KIE BKKN Pusat, Sugiyono, S.Pd,M.M, menjelaskan salam GenRe ini merupakan pengingat agar para remaja tidak melakukannya. “Tidak melakukan seks bebas agar terhindar dari penyakit kelamin dan menghindari pernikahan dini agar siap dari segala sisi saat menikah nanti,” sahutnya.

Ia menambahkan apalagi dengan adanya pondok pesantren yang membuat santrinya memiliki pemahaman keagamaan bisa menjadi tameng mereka dalam bergaul. “Di hari santri nasional tanggal 22 Oktober nanti, BKKBN akan membagikan buku tentang program GenRe di 2.000 pesantren di seluruh Indonesia,” kata Sugiyono. Dengan buku tersebut, bisa menjadikan santri sebagai teladan dan menyampaikan pesan tentang program GenRe.

Rangkaian acara peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia ini diakhiri dengan penandatanganan MOU oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M. Si dengan Kepala STIKES Qamarul Huda Bagu, disaksikan oleh Kepala BKKBN RI, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D dan perwakilan Bupati Lombok Tengah. (*)