Peringatan Harganas Ke-24 di Dompu Berlangsung Sukses

Dompu (Suara NTB) – Pelaksanaan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Dompu ke 24 yang berlangsung selama 3 hari, 8 – 10 Juli berlangsung sukses. Deputi Keluarga Sejahtera BKKBN RI, Ir Ambar Rohayu, MMS yang mewakili Kepala BKKBN RI yang juga Ketua Panitia Pelaksana Harganas tingkat nasional mengaku khawatir tidak bisa mengimbangi pelaksanaan Harganas tingkat Provinsi NTB di Dompu.

Iklan
Seminar panel tentang Kebijakan program generasi berencana (Genre).

‘’Tentu ini adalah bukti komitmen Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Dompu yang menjadikan momentum Harganas sebagai momentum yang strategis untuk membangun ketahanan keluarga yang mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera menuju keluarga yang berkualitas, yang beriman, berbudaya dan berdaya saing,” kata Deputi Keluarga Sejahtera BKKBN RI, Ir Ambar Rohayu, MMS yang mewakili Kepala BKKBN RI dalam pidato pembukaan Harganas ke 24 tingkat Provinsi NTB di Lapangan Beringin Setda Dompu, Senin, 10 Juli 2017.

Ia pun mengingatkan amanat Presiden RI, Joko Widodo pada pelaksanaan Harganas ke 23 di Kupang tahun 2016 lalu untuk mewujudkan ketahanan keluarga yaitu keluarga harus memiliki waktu berkumpul, berinteraksi, keluarga yang berdaya, peduli dan berbagi. ‘’Jadi Pak Bupati, walaupun bapak membuat sibuk masyarakat dan keluarga bekerja. Mohon kiranya berkumpul dengan keluarga harus menjadi bagian untuk membangun ketahanan keluarga,’’ harapnya.

 

Drama yang ditampilkan kelompok sanggar SMAN 1 Dompu tentang dampak keluarga yang tidak direncanakan dan melakukan pernikahan dini.

Deputi juga mengungkapkan, apresiasinya atas kesuksesan Bupati Dompu dan jajarannya yang mampu menekan angka kemiskinan sehingga Dompu bisa menjadi percontohan di NTB dan ini tidak lepas dari komitmen Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Dr.TGH. M Zainul Majdidan H.Muh.Amin, SH, MSi.

Di sisi lain, masalah kependudukan Indonesia dengan posisi urutan ke 4 negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia. Laju pertumbuhan di skala 1,49 persen dan hasil sensus 2010 menunjukkan sekitar 237 juta jiwa penduduk Indonesia. Sehingga setiap tahun kelahiran sekitar 4 juta jiwa. Salah satu syarat menjadi bangsa yang adil dan makmur dengan mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas.

‘’Kami percaya bahwa kualitas penduduk Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas keluarga,’’ katanya.

 

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, saat meninjau stan dan gelar dagang di arena Harganas ke 24 tingkat Provinsi NTB di Dompu

Ia pun mengajak semua pihak untuk memperhatikan tumbuh kembang remaja dengan peningkatan ketahanan keluarga. Diantaranya mendewasakan usia perkawinan, persiapkan remaja dengan pendidikan yang lebih baik. Termasuk juga pemberdayaan keluarga yang mempunyai lanjut usia yang semakin meningkat.

Untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga, pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi sangat penting. Kabupaten Dompu disebut telah berhasil memberdayakan ekonomi keluarga sehingga berdampak pada penurunan angka kemiskinan, juga meningkatkan pendapatan keluarga. Namun keluarga harus dibekali dengan kemampuan mengelola keuangan, sehingga tidak besar pasak dari pada tiang. ‘’Sehingga budaya menabung, hemat dan menyisihkan sebagian pendapatan yang diterimanya sebagai investasi jangka panjang ini harus kita gencarkan melalui pemberdayaan keluarga,’’ katanya.

 

Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, didampingi Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat mencoba kopi Tambora di salah satu stan peserta gelar dagang.

Wakil Gubernur NTB, H.Muh. Amin, SH, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan, tingkat pengendalian penduduk NTB saat ini berada pada posisi 1,17 persen dan masih berada di bawah nasional. Pada 2026, NTB diperkirakan mendapat bonus demografi atau pertumbuhan penduduk di bawah 1 persen dan 20135 pada posisi 0,60 persen.

“Bila bonus demografi ini kita capai, Insya Allah penduduk yang produktif itu akan lebih besar. Jadi sama – sama produktif inilah yang kita harapkan,” katanya.

Bila penduduk NTB tidak terkendali, lanjut Amin, pertumbuhan ekonomi yang selama ini tinggi akan berada pada posisi yang rendah. Saat ini, pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2017 di posisi 5,82 persen dan tahun 2016 pada posisi 4 persen.

Sektor pertanian dan pertambangan sebagai faktor yang paling besar mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Bahkan pertanian menyumbang 27 persen PDRB dan membuka lapangan kerja hingga 42 persen. Sektor perdagangan dan jasa hanya 21 persen, sektor industri masih kecil hanya 7 persen. “Inilah sektor pertanian yang menjadi unggulan kita, termasuk jagung yang ada di Kabupaten Dompu,” katanya.

Amin juga mengaku, angka kemiskinan akan sangat mempengaruhi angka pengendalian penduduk. Namun infrastruktur dasar seperti jalan, air minum dan listrik terus dibangun. Ketika ini sudah rampung, maka pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bergeser di kawasan timur Indonesia termasuk NTB dengan unggulan salah satunya sektor pariwisata. “Kalau listrik nyala, terang benderang, juga bisa untuk pengendalian penduduk,” kata Amin.

Sebelumnya, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin dalam sambutannya, menyampaikan, selama 7 tahun memimpin Kabupaten Dompu sibuk membangun masyarakat, membangun keluarga di Kabupaten Dompu sehingga menjadi terdepan di NTB. Saat ini Dompu sebagai daerah dengan angka kemiskinan terendah di NTB setelah Kota Bima dan Kota Mataram, memiliki daya beli terbaik kedua, dan pendapatan perkapita tertinggi di NTB.

“Inilah cara kami orang Dompu memnghambat laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan membuat masyarakat sibuk bekerja. Ini adalah yang paling hemat, paling efektif untuk membuat masyarakat menyalurkan energi, pikiran dan perasaannya. Tidak hanya untuk membuat anak, tapi juga membuat sesuatu yang produktif, yang kemudian itu menjadi modal dasar menjadi keluarga sejahtera,” kata Bambang.

Kabupaten Dompu juga telah ditunjuk menjadi model bagi penurunan angka kemiskinan di Indonesia. Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Dompu akan menjadi acuan bagi pusat dan daerah lain. Itu semua tidak lepas dari program Pijar yang dikembangkan selama ini, bahkan untuk jagung yang menjadi ikon, dalam 6 bulan pemerintah pusat secara bertahap memutuskan tidak mengimpor jagung sampai tahun ini.

Tari saremba tembe adalah cara kami di Pemda Dompu tunuk menkonfirmasi apakah benar orang Dompu memiliki uang atau tidak. Waktu kami pecahkan rekor dunia beberapa waktu lalu, itu membuktikan bahwa orang Dompu punya uang. Karena untuk bisa menari itu, pesertanya harus punya 2 lembar sarung. Kalau diuangkan, minimal Rp700 ribu. Jadi ikut nari itu bukannya gratis,” katanya.

 Bambang juga menyampaikan rasa bangganya dan menyampaikan ajakan kepada para kepala daerah se NTB. Bila ingin melakukan sesuatu yang baik dan dengan cara – cara yang baik, pasti akan mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.

“Tahun depan akan dibangun Pelabuhan Nusantara. Itu langsung diinstruksikan oleh Presiden. Kenapa ini penting, jagung kami tidak bisa ditampung oleh pelabuhan kecil. Gula kami tidak bisa dievakuasi dari Dompu dengan pelabuhan yang ada. Jadi kami membutuhkan pelabuhan yang lebih besar yang bisa disandari oleh kapal-kapal yang lebih besar untuk mengangkut hasil kerja warga masyarakat Kabupaten Dompu,” terangnya.

Sementara Wakil Ketua 1 TP PKK NTB, Hj Syamsiah Muh. Amin mewakili Ketua TP PKK Provinsi NTB selaku Ketua Panitia Pelaksana Harganas ke 24 tingkat Provinsi NTB di Dompu, menyampaikan ajakan untuk membangun ketahanan keluarga dalam mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera menuju keluarga yang berkualitas, beriman, berbudaya dan berdaya saing. ‘’Peringatan Harganas yang diperingati setiap tahun ini sebagai wujud dari kepedulian pemerintah dan semua pihak dalam upaya menjadikan keluarga sebagai subjek dan objek pembangunan di daerah,’’ katanya.

Pada Harganas ke 24 tingkat provinsi yang dipusatkan di Kabupaten Dompu selama 3 hari yaitu 8 – 10 Juli, telah diawali dengan berbagai kegiatan seperti pemilihan duta Genre yang dilaksanakan di Lombok Epicentrum Mall 17 Mei 2017, lomba pidato dan karya tulis kependudukan, seminar kependudukan oleh BKKBN dan Dirjen Dikmas PAUD Kemendikbud RI, lomba mewarnai bagi PAUD di Kabupaten Dompu, dan Jambore PLKB/PKB di Dompu.

Selain itu juga dilaksanakan penyuluhan PUP di Desa Saneo, Desa Nusajaya, dan Desa Calabai Dompu. Donor darah di RSUD Dompu. Pelayanan pembuatan akte dan perekaman KTP gratis di lapangan Beringin Setda Dompu. Konvoi sepeda motor PLKB/PKB/IMP. Pelayanan KB dan pemeriksaan IPA. Pelayanan kesehatan gratis. Pemberian penghargaan kepada pengelolaan terbaik di bidang program KKBPK. Aneka perlombaan untuk merangsang talenta kelaurga lembaga masyarakat dan program PPKB PK. ‘’Pameran dan gelar dagang yang diikuti kelompok UPPKS, UP2K, PKK dan Degranasda, UKM dan instansi pemerintah dan swasta diharapkan menjadi sarana sosialisasi dan informasi pembangunan dan serta ajang promosi produk unggulan dari berbagai daerah di seluruh NTB,” kata Hj Syamsiah M Amin. (ula/*)