Peringatan bagi Penentu Kebijakan, Enam Daerah Risiko Tinggi Covid-19 di NTB

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19 di Indonesia. Sebanyak enam kabupaten/kota di NTB masuk daerah yang memiliki risiko tinggi penularan virus Corona.

Enam kabupaten/kota tersebut adalah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Dompu. Melihat masih banyaknya daerah yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19, menjadi peringatan bagi penentu kebijakan yang mulai membuka kegiatan sosial dan ekonomi agar tetap berpatokan pada protokol kesehatan.

Iklan

‘’Daerah risiko tinggi berarti proses penularan masih berjalan. Itu menjadi warning bagi semua pihak yang berkepentingan untuk menerapkan, menghidupkan kembali kegiatan tapi tetap harus berpatokan pada protokol kesehatan Covid-19,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH dikonfirmasi di Mataram, Jumat, 12 Juni 2020.

Penentuan daerah yang berisiko tinggi penularan Covid-19 dilihat dari angka insiden rate atau jumlah kasus baru yang dilaporkan pada periode tertentu dibagi dengan jumlah penduduk dimana penyakit tersebut berjangkit. Untuk daerah yang angka insiden rate di atas 10, maka penyebaran Covid-19 masih tinggi.

Selain melihat insiden rate, juga positive rate atau rasio antara jumlah kasus yang terkonfirmasi positif dengan tes yang dilaksanakan di masyarakat masih tinggi. Angka positive rate NTB masih di atas 10 persen. Sementara salah satu syarat daerah dapat menerapkan new normal atau kenormalan baru apabila positive rate-nya di bawah 5 persen.

‘’Artinya kalau penerapan new normal, bisa atau ndak. Maka itu jawabannya. Kita masih lihat proses penularan masih berjalan. Buktinya, angka positif bertambah terus. Artinya proses penularan masih berjalan,’’ kata Eka.

Ia menyebutkan, insiden rate di NTB sebesar 17,17 per 100.000 penduduk. Angka tersebut didapatkan dari rata-rata insiden rate 10 kabupaten/kota. Untuk Kota Mataram angka insiden rate sebesar 80 per 100.000 penduduk. Lombok Barat 27 per 100.000 penduduk, Lombok Tengah 10 per 100.000 penduduk. Lombok Timur 8 per 100.000 penduduk dan Lombok Utara 21 per 100.000 penduduk.

Kemudian Dompu 19 per 100.000 penduduk, Kabupaten Sumbawa 9 per 100.000 penduduk, Bima 5 per 100.000 penduduk dan Kota Bima 2 per 100.000 penduduk.

‘’Jumlah penduduk tak berubah. Yang berubah adalah kasus positif. Makanya harus patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19,’’ ujar Eka mengingatkan.

Dari enam daerah risiko tinggi Covid-19, lima daerah akan melaksanakan Pilkada pada 2020 ini. Berkaitan dengan hal ini, Eka mengatakan Dikes hanya melakukan kajian epidemiologi dan memberikan saran kepada penentu kebijakan.

Karena Pilkada akan dilaksanaan Desember mendatang, perkembangan kasus Covid-19 di NTB terus dipantau. Dikes bersama pakar melakukan kajian epidemiologi dan melihat perkembangan kasus dalam dua sampai tiga minggu.

‘’Yang daerah-daerah hijau. Dihitung selama dua minggu tak ada penambahan kasus. Kasus baru turun 50 persen selama tiga pekan,’’ jelasnya. (nas)