Perhelatan WSBK dan MotoGP Mandalika, Kemenparekraf Atensi Khusus SDM Pariwisata NTB

Wisnu Bawa Tarunajaya (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Jelang perhelatan World Superbike (WSBK) pada November 2021 dan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan atensi terhadap sumber daya manusia (SDM) pariwisata NTB.

Jelang perhelatan event internasional tersebut, SDM pariwisata NTB harus tersertifikasi. Agar dapat memberikan layanan yang baik kepada wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke NTB.

Iklan

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, M.M., mengatakan,  pembangunan sektor pariwisata bukan hanya menyiapkan bangunan fisik dan event. Namun, juga penyiapan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

‘’Bukan fisik saja yang bagus dan event. Tapi perlu juga kita menyiapkan sumber daya manusia sebagai pelaku untuk memberikan sebuah layanan yang baik kepada wisatawan,’’ ujar Wisnu dikonfirmasi usai pembukaan Biannual Tourism Forum di Kawasan Wisata Senggigi, Lombok Barat, Rabu, 22 September 2021.

Wisnu mengatakan, NTB khususnya Lombok menjadi salah satu daerah yang menjadi atensi Kemenparekraf terkait penyiapan SDM pariwisata. Disebutkan, ada tiga destinasi super prioritas di Indonesia yang menjadi prioritas, antara lain Toba, Borobudur dan Lombok.

Ia menyebutkan, ada 2.000 orang SDM pariwisata yang akan disertifikasi pada Oktober – November mendatang. Khusus untuk NTB, jumlahnya sebanyak 500 – 600 orang.

‘’Totalnya ada 2.000 orang untuk tiga destinasi super prioritas. Lebih kurang 500 – 600 orang di NTB. Terutama yang berkaitan dengan agenda besar kita di Lombok, dalam waktu dekat World Superbike,’’ kata Wisnu.

Ia menyebutkan, ada 13 subsektor pariwisata yang perlu dilakukan sertifikasi atau uji kompetensi SDM-nya. Berkaitan dengan event WSBK dan MotoGP di Sirkuit Mandalika, subsektor SDM pariwisata yang mendesak dilakukan sertifikasi adalah tenaga kerja perhotelan, restoran, pramusisata dan SDM desa wisata.

‘’Pertama yang mendesak disertifikasi adalah hospitality. Kalau orang datang, pasti menginap, makan dan berjalan-jalan. Kemudian meeting. Yang berkaitan dengan itu mendesak disertifikasi,’’ ujarnya.

SDM pariwisata di Kawasan Mandalika menjadi prioritas untuk disertifikasi. Karena menjadi lokasi utama perhelatan WSBK dan MotoGP. Selain itu, SDM pariwisata di daerah penyangga kawasan Mandalika khususnya di Pulau Lombok.

‘’Karena orang yang datang bukan diam saja di seputaran Mandalika. Mereka pasti akan berkunjung ke destinasi yang lain,’’ terangnya.

Dalam Biannual Tourism Forum tersebut, kata Wisnu, Kemenparekraf menampung usulan dari para pelaku wisata di NTB. Mana di antara 13 subsektor SDM pariwisata yang didahulukan untuk disertifikasi atau uji kompetensi. Karena merekalah yang lebih tahu kebutuhan lapangan.

“Apakah pemandu wisata didahulukan, atau bersama-sama dengan hotel, restoran, MICE. Itu kita juga akan melakukan standar dan memberikan kesempatan uji kompetensi kepada pelaku-pelaku pariwisata di bidang itu tahap pertama,” jelasnya.

Sertifikasi SDM pariwisata bukan saja untuk pelaku wisata. Namun, kata Wisnu, masyarakat juga akan diberikan pemahaman tentang pariwisata.

“Selain pelaku wisata, kita siapkan SDM-nya, juga masyarakat agar mendukung. Karena wisman dan wisnus yang datang ke Lombok ini, mereka juga datang ke destinasi-destinasi lain atau desa wisata,” terangnya.

Desa wisata yang dikembangkan Kemenparekraf bersama Pemda, menjadi salah satu alternatif destinasi bagi wisatawan. Sehingga perlu dilakukan sertifikasi bagi pelaku wisata termasuk cleanless, helath, safety and environment sustainability (CHSE).

Dikatakan, pandemi Covid-19 mengubah semua bidang. Sehingga, semua komponen masyarakat di sektor pariwisata juga harus menyesuaikan diri. Layanan pariwisata harus memperhatikan kesehatan, kebersihan, keselamatan dan lingkungan.

“Karena penting untuk memberikan keyakinan atau trust kepada tamu. Kalau wisman atau wisnus datang, masyarakat sudah melakukan protokoler kesehatan. Jadi menambah keyakinan untuk mereka datang. Mereka tidak takut terjangkit atau tertular,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional