Perguruan Tinggi Swasta Dianaktirikan

Mataram (suarantb.com) – Kebijakan pemerintah yang melakukan pengurangan dana pembinaan untuk perguruan tinggi swasta dinilai  menganaktirikannnya dengan perguruan tinggi negeri.

Anggota Komisi II DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar menyatakan bahwa kebijakan pemerintah mengurangi anggaran pembinaan yang awalnya Rp 600 miliar menjadi hanya Rp 20 miliar  merupakan sikap kontra dalam mencerdaskan anak bangsa.

Iklan

Menurutnya, ketika pemerintah mengampanyekan perguruan tinggi swasta untuk bersaing dengan perguruan tinggi negeri, justru membuat kebijakan mengurangi anggaran dana pembinaan.

“Pemerintah satu sisi ingin swasta itu berkembang dengan baik. Supaya out putnya bisa sama dengan negeri. Tapi sekarang pembinaannya itu dihilangkan,” ujarnya di Mataram, Kamis, 11 Agustus 2016.

Hazmi menambahkan  penurunan anggaran pembinaan tersebut juga berimbas kepada kebijakan perguruan tinggi swasta untuk menaikkan beban biaya kuliah bagi mahasiswanya.Sebagai langkah konkret supaya bisa terus beroperasi.

“Suka atau tidak suka swasta akan menaikkan biaya dari masyarakat. Bagaimana swasta bisa murah sekolahnya kalau subsidi pemerintah kecil,” terangnya.

Terlepas dari itu, kata Pengasuh Ponpes Marakita’limat Mamben Lombok Timur ini  bahwa niat mulia perguruan tinggi swasta untuk mencerdasarkan anak bangsa juga tidak membenarkan lembaga-lembaga pendidikan swasta menaikkan terlalu tinggi biaya dari masyarakat. Menyelaraskan kualitas sumber daya manusia dengan tetap menjaga kelangsungan operasional perguruan tinggi swasta adalah dilema yang harusnya menjadi perhatian khusus pemerintah.

Ia juga menyinggung bagaimana peran perguruan tinggi swasta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara. Menurut Hazmi peran-peran yang seharusnya menjadi tanggung jawab Negara dengan sadar diambil alih oleh swasta.Guna menampung anak-anak bangsa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri yang jumlahnya terbatas. Untuk itu pemerintah seharusnya memberikan apresiasi kepa lembaga pendidikan tinggi swasta dengan menambah anggaran pembinaan, bukan sebaliknya.

“Sekarang ini, swasta ini sudah sedemikian rupa pengabdiannya kepada masyarakat bangsa dan Negara. Membantu pemerintah untuk mendidik masyarakat. Disatu sisi ingin dia (Pemerintah) membuat swasta ini menjadi mandiri tetapi tidak dibantu,” katanya. (ast)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here