Pergerakan Penumpang di BIZAM Masih di Bawah Normal

Calon penumpang melakukan boarding pass di BIZAM. Pada libur Natal akhir pekan kemarin, lonjakan penumpang di BIZAM mencapai 10,4 persen. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) -Pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) selama masa libur Natal menunjukkan tren peningkatan cukup menggembirakan. Kendati secara umum, belum sepenuhnya normal jika dibandingkan dengan kondisi pada periode yang sama sebelum pandemi Covid-19 melanda di tahun 2019 lalu.
Data yang diperoleh dari PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Senin (28/12) menyebutkan, dalam kurun 10 hari terhitung sejak tanggal 18 sampai 27 Desember, ada kenaikan rata-rata jumlah penumpang perhari dari sebelumnya pada bulan yang sama, sekitar 10,4 persen. Dari sebelumnya rata-rata 4.311 penumpang per hari. Naik menjadi 4.780 penumpang per hari.

Dengan puncak pergerakan penumpang libur Natal 2020 terjadi pada Kamis (24/12) lalu, dengan jumlah penumpang mencapai 5.496 orang. “Sejak hari pertama Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2021 pada 18-27 Desember 2020 kemarin, Bandara Lombok telah melayani sebanyak 47.801 penumpang atau rata-rata 4.780 penumpang per hari,” ungkap General Manager (GM) PT. AP I LIA, Nugroho Jati.

Meski ada kenaikan, secara umum pergerakan penumpang pesawat di LIA belum sepenuhnya normal. Karena jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, pada periode yang sama jumlah penumpang tahun ini kurang dari setengahnya. Hanya sekitar 47,2 persen saja. atau menunurun sebesar 54,8 persen.
“Di periode yang saam tahun 2019 lalu, kita melayani rata-rata 10.434 orang penumpang per hari. Bandingkan dengan tahun ini hanya ada 4.780 penumpang per hari,” imbuhnya.

Kondisi tersebut berimbas pula pada jumlah pergerakan pesawat yang juga mengalami penurunan hingga 34,2 persen. Di mana pada libur Natal tahun lalu, rata-rata terdapat 88 pergerakan pesawat per hari. Sementara tahun ini hanya 58 pergerakan pesawat per hari.

Tapi kondisi sebaliknya terjadi untuk pergerakan kargo. Terjadi peningkatan cukup signifikan di tahun 2020 ini dibandingkan tahun lalu. Dengan rata-rata 33.211 kilogram per hari. Berbanding 22.199 kilogram per hari pada tahun 2019 lalu. Naik sekitar 58,7 persen.

Untuk memudahkan dan mengakomodir kebutuhan para penumpang yang hendak menggunakan transportasi udara, pihaknya telah menyediakan fasilitas rapid test antibodi maupun antigen di area bandara dengan jam layanan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 wita.
Nantinya, calon penumpang cukup membayar Rp 85 ribu saja bagi yang mau rapid test antibodi dan Rp 250 ribu untuk rapid test antigen. “Beberapa daerah saat ini memberlakukan kebijakan rapid test antigen untuk masuk ke provinsi tertentu, misalnya semua provinsi di Pulau Jawa dan beberapa provinsi di Pulau Sumatera. Jadi kami siapkan fasilitas ini untuk mempermudah penumpang melengkapi persyaratan dokumen perjalanan udaranya,” tegasnya. (kir)