Pergantian Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Lotim : Jangan Ada Dendam, Kasihan Birokrasi Kita

Selong (Suara NTB) – Pergantian tampuk pimpinan daerah, termasuk bupati dan wakil bupati yang terjadi sekali dalam lima tahun sebagai imbas dari proses politik acap kali menuai kesan negatif, khususnya di kalangan birokrasi. Untuk itu, Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim), H. M. Khaerul Rizal mengingatkan kepada bupati terpilih Drs. H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi nantinya agar tidak memunculkan rasa dendam.

“Yang penting jangan ada dendam, kasihan birokrasi kita,” ungkap politisi Partai Demokrat Lombok Timur ini menegaskan.
Harapan besarnya, bupati dan wakil bupati terpilih bisa melanjutkan warisan yang baik dari pemerintahan sebelumnya. Selaku kepala daerah yang melanjutkan kepemimpinan sebelumnya diharapkan bisa mengisi dan melengkapi yang masih kurang. Apa yang dinilai kurang baik dipersilakan untuk ditinggalkan dan apa-apa yang sudah baik bisa diteruskan untuk kebaikan Lotim lima tahun ke depan.

Iklan

Dalam hal birokrasi, sambungnya pasca nantinya dilantik dan definitif menjadi Bupati Lotim, biasa yang pertama dilakukan adalah mengevalusi secara menyeluruh Organisasi Perangkat Daerah. Para pimpinan OPD bisa dievaluasi kinerja masing-masing.

Diingatkan pula, dalam melakukan evaluasi diminta bukan pada yang mendukung dan tidak mendukung pada saat pelaksanaan Pilkada. Prinsip yang dievaluasi adalah bagaimana pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagai kepala daerah.

Tidak ditampik selama Pilkada jajaran birokrasi ini tidak lepas dari dukung mendukung para pasangan calon. Diketahui para aparatur sipil negara meski dituntut untuk bersikap netral, namun juga memiliki hak pilih. Beda pilihan dalam Pilkada itu wajar. Terjadinya perbedaan pilihan tersebut diharap tidak menjadi alasan untuk menghukum ASN.

Sebelumnya, Bupati Lotim terpilih H. M. Sukiman Azmy menegaskan dalam mengevaluasi ASN dan penentuan para pejabat yang akan membantunya menyukseskan visi misinya sebagai kepala daerah satu periode ke depan akan dikedepankan profesionalisme. Profesionalisme katanya adalah kunci utama.

Terpenting pesan Sukiman, ASN ini netral dan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. ASN yang suka grasak grusuk saat Pilkada demi mendapat keuntungan pribadi inilah yang menurutnya mencari penyakitnya sendiri.

“Asal netral saja, aman dia (ASN-red),” terangnya. Diakui Sukiman yang akan memimpin Lotim dua periode ini seluruh ASN Lotim ini adalah orang-orang yang sangat loyak terhadap pimpinan. Siapapun pimpinannya katanya, semuanya sangat patuh dan loyalis. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional