Peredaran Tramadol di Bima Dinilai sebagai Bencana Sosial

Bima (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima menyebut dampak penyalahgunaan obat keras jenis tramadol masuk kategori bencana sosial. Karena fenomena peredarannya sudah merambat di tingkat masyarakat bawah.

Kepala Dinsos Kabupaten Bima, H. M. Rusdy kepada Suara NTB, Kamis, 3 November 2016 mengatakan, sindikat pengedar obat terlarang, seperti narkoba dan tramadol sudah masuk di tingkat desa hingga rumah tangga.

Iklan

“Kalau sudah masuk di area itu, tentu akan dikonsumsi,” katanya.

Adanya fenomena itu, akan menjadi perhatian serius pihaknya untuk memutus mata rantai, bersama pihak terkait seperti Polisi dan BNNK, agar masyarakat terutama para generasi muda tidak terjebak menyalahgunakan obat ini.

Menurutnya, korban yang terlanjur menyalahgunakan obat itu akan direhablitasi. Baik mental, fisik serta memulihkan fungsi sosialnya kembali.

“Setelah normal, kemudian diberikan bantuan barang sesuai keahlian atau bakatnya,” terangnya.

Misalnya korban memiliki keahlian perbengkelan atau montir akan diberikan alat, seperti mesin las, perlengkapan lainnya. Untuk membuka usaha sehingga mereka bisa berinteraksi kembali di tingkat sosial.

“Dengan adanya kegiatan positif yang menghasilkan uang, mereka tidak akan lagi terjerumus untuk menggunakan obat ini,” sambungnya.

 “Kalaupun ada yang terlanjur menggunakan dan sudah ketergantungan agar segera melapor ke pihak terkait untuk direhablitasi,” pungkasnya. (uki)