Peredaran Tramadol dan Arak Meluas di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Operasi yang digelar Pol PP dalam beberapa hari terakhir, hingga Senin, 7 November 2016, menemukan penggunaan tramadol oplosan yang dicampur dengan obat batuk Komix dan B Compleks makin meluas di Sumbawa. Begitu pula distribusi minuman keras jenis arak yang makin merajalela hingga ke wilayah kecamtatan dan desa.

Kasat Pol PP Sumbawa, Edy R Sanjaya, S.H, kepada Suara NTB, menyatakan,  pihaknya khawatir melihat fakta penggunaan tramadol campur dengan B Compleks dan Komix yang bisa dibeli secara bebas di apotek ataupun toko obat. Penggunaannya terutama di kalangan remaja anak sekolah tentu kian meresahkan.

Iklan

Dari hasil operasi rutin yang dilakukannya dalam tiga hari terakhir, ada sekitar 20-an siswa sekolah SMP dan SMA yang kedapatan mengkonsumsi obat campuran ini. “Kita coba geledah, ada obatnya kita temukan, dicampur lalu dimasukkan ke dalam botol teh pucuk. Parahnya lagi, itu dikonsumsi saat jam sekolah. Kita coba bentak, mereka tidak merespons dan tidak nyambung, enak – enakan pakai headset goyang goyang kaki. Seperti orang kena halusinasi,” terangnya.

Sempat ditanyakan di mana mendapatkan obat obat dimaksud, ternyata mereka dengan mudah membelinya di apotek. Untuk mengecek sejauhmana pengaruh obat obatan ini, pihaknya telah berinisiatif melakkan uji lab di BPOM Mataram. Ternyata tingkat kandungan alkoholnya di atas 25 persen.

Inilah yang dikhawatirkannya akan berdampak buruk ke  remaja. Siswa yang diamankan karena mengkonsumi obat campuran ini telah dibina dengan memanggil langsung guru BP-nya. Efek jeranya lumayan sehingga tak lagi ditemukan di tempat mereka biasa mangkal. Biasanya tempat mereka mangkal saat bolos jam sekolah dan mengkonsumsi obat obatan itu seperti di Pantai Saliper Ate, di belakang rumah dinas Kantor Kehutanan, sebelah jalan SMP Negeri 2, di Taman Unter Katimis, di belakang kantor Unit BRI dan lainnya.

  Agenda Unjuk Rasa 212 akan Diganti dengan Sumbawa Berzikir

“Kalau mereka kedapatan lagi, kita tidak hanya panggil gurunya, tetapi orang tua atau walinya juga ikut kita panggil. Sebab ini menyangkut anak – anak,” tandas Edy.

Operasi Pol PP juga terus berkembang. Kini telah menyisir wilayah kos, mengantispasi kemungkina kos digunakan sebagai tempat mengkonsumsi obat tersebut. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Diknas Sumbawa, agar memberikan peringatan kepada Kepala Sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap anak didik mereka.

Tak hanya itu, Edy juga mengkhawatirkan distribusi arak yang makin meluas hingga ke kecamatn. Dari temuannya, kini ada mobil keliling yang siap menjual arak hingga ke kecamatan. Lalu kemudian ditampung di dalam jok sepeda motor jenis matik. “Jadi bukan lagi dibeli ditempat biasanya. Tetapi dijual keliling dengan mobil sesuai pesanan via SMS. Canggih sekarang ini. Polanya berubah, makanya kita khawatir dengan anak anak kita ini,”pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here