Perda Denda Diterapkan, Mahasiswa di Lotim Gelar Aksi Simpatik

Mahasiswa dari Universitas Hamzanwadi menggelar aksi simpatik sebagai bentuk dukungan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular, Senin, 14 September 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Hari pertama diterapkannya denda bagi masyarakat tak memakai masker. Ratusan mahasiswa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar aksi simpatik di jalan raya, Senin, 14 September 2020. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular.

Ratusan mahasiswa ini berasal dari, Universitas Hamzanwadi merangkaikannya dengan berbagi masker ke pengendara yang melintas di simpang empat Kantor Bupati Lotim dan Taman Rinjani Selong serta berorasi untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Corona (Covid-19).

Iklan

Melalui aksi ini, para mahasiswa berharap masyarakat lebih peka dengan kondisi bangsa saat ini dengan menerapkan pola hidup sehat. Terutama di tengah pandemi Covid-19 dengan menggunakan masker sebagai bentuk melindungi diri, keluarga dan bangsa. Demikian disampaikan, Presiden Mahasiswa (Presma), Universitas Hamzanwadi, M. Zainul Hasan Makripudin.

Dalam penerapan, Perda Nomor 7 tahun 2020 yang mulai diberlakukan, Senin 14 September 2020. Petugas gabungan melakukan razia masker di sejumlah lokasi. Untuk hari pertama, operasi dilakukan di Desa Jenggik Kecamatan Terara yang merupakan pintu masuk Kabupaten Lotim dan sore harinya di Taman Rinjani Selong.

Bagi warga yang tidak menggunakan masker akan dikenakan sanksi denda sebagaimana aturan yang tertuang dalam Perda. Dimana untuk warga sipil yang tidak memakai masker dikenakan sanksi sebesar, Rp100 ribu sebagaimana Perda Provinsi NTB.

Aksi simpatik ratusan mahasiswa ini, disambut baik oleh Pemda Lotim. Pasalnya gerakan moral ini penting sebagai kekuatan agar masyarakat terus semangat, berjuang melawan Covid-19. “Mari kita sama-sama berjuang melawan Covid-19,” terang Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP. (yon)