Percepat Penyelesaian RTG, Personel Yonzipur Mulai Diterjunkan di Loteng

Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, bersama Wabup Loteng H. L.Pathul Bahri, memasang selendang kepada pimpinan rombongan TNI Yonzipur saat menerima personel bantuan penanganan rumah rusak terdampak gempa, Senin, 2 Maret 2020.

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 200 personel TNI dari dua Bataliyon Zeni Tempur (Yonzipur), mulai diterjunkan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Mereka diterjunkan untuk membantu percepatan penyelesaian pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di daerah ini. Kedatangan personel TNI dari Yonzipur III Siliwangi serta Yonzipur XVIII Udayana tersebut, diterima langsung Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., di Bencingah Agung Adiguna Praya, Senin, 2 Maret 2020.

Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, mengatakan total rumah rusak terdampa gempa di Loteng mencapai 24 ribu lebih. Namun yang sudah bisa diselesaikan pengerjaannya baik itu yang rusak berat, sedang maupun ringan baru sekitar 22 ribu rumah lebih. “Sisanya sekitar 2.060 rumah itulah yang menjadi beban saat ini. Dan, dengan bantuan personel TNI penanganan rumah rusak terdampak gempa yang masih tersisa tersebut bisa tuntas lebih cepat,” ujarnya.

Iklan

Pemkab Loteng pun mengaku sangat mengapresiasi dukungan personel TNI dalam membantu penanganan rumah rusak terdampak gempa. Pasalnya, keberadaan TNI selama ini terbukti sangat membantu upaya percepatan penanganan rumah rusak terdampak gempa di daerah ini. Karena tanpa dukungan personel TNI, capaian penanganan rumah rusak terdampak gempa tidak akan secepat ini.

“Sekarang dengan adanya dukungan kembali dari personel TNI, penanganan rumah rusak terdampak gempa di Loteng bisa segera tuntas,” tegas Pathul.

Di tempat yang sama, Dandim 1620/Loteng Letkol. CZI Prastiwanto, mengatakan, sesuai surat perintah yang personel TNI Yonzipur tersebut akan berada di Loteng sampai akhir bulan Maret mendatang. Namun masih ada kemungkinan diperpanjang, jika masih dibutuhkan di lapangan.

Nantinya 200 personel TNI tersebut akan ditugaskan di empat kecamatan. Masing-masing 120 personel diwilayah Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara, 50 personel di wilayah Kecamatan Pringgarata. Sisanya sebanyak 30 personel di wilayah Kecamatan Kopang.

Prastiwanto mengatakan, personel TNI tersebut sifatnya perbantuan untuk membantu mengatasi persoalan kekurangan tenaga tukang dalam penanganan dan pembangunan RTG di Loteng. “Untuk tahap awal fokus yang akan ditangani ialah pembangunan RTG. Sedangkan untuk rumah rusak sedang dan ringan, menyusul ditangani jika waktu masih ada,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk pembangunan ada 636 rumah yang menjadi sasaran. Tapi itu bagi warga yang bersedia saja. Kalau ada warga yang tidak bersedia dibangunkan RTG oleh personel TNI, juga tidak ada paksaan. “Kita hanya membantu. Bukan kemudian kita harus membangunkan RTG bagi warga. Karena bisa jadi ada warga yang tidak bersedia,” tambahnya.

Rencananya nantinya personel TNI akan dibagi ke dalam berapa kelomok. Masing kelompok terdiri dari dua regu. Dengan peregu terdiri dari lima personel TNI dan akan ditugasi menangani satu RTG. Personel baru bisa pindah kalau RTG yang ditangani sudah selesai. (kir)