Percepat Pemulihan Pariwisata, 1.622 Pelaku Wisata di Lobar Sudah Divaksin

Dispar dan Dikes Lobar menyerahkan piagam 100 persen telah divaksin kepada pengelola hotel di Senggigi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Dalam upaya membantu pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di kalangan para pelaku pariwisata dan mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Lombok Barat (Lobar). Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, Kamis, 17 Juni 2021, kembali melakukan vaksinasi kepada 300 pegawai hotel yang ada di Lobar.

Sejauh ini di Lobar, terdapat 1.322 ditambah 300 orang pelaku wisata. Sehingga total 1.622 orang pelaku wisata sudah divaksinasi. Vaksinasi kali ini bertempat di Sheraton Senggigi Beach Resort dan menargetkan tiga ratus peserta vaksinasi yang merupakan para pegawai hotel di Lobar.
Kepala Dikes Lobar Hj. Ni Made Ambaryati saat melakukan pemantauan di lokasi kegiatan vaksinasi menyebut selain 2.350 nakes yang sudah divaksinasi sejak Januari 2021, setelah itu pelayanan publik. “Kemudian dari pelaku wisata kami sudah bisa memvaksin 1.322 yang sudah dapat dosis ke-2, belum termasuk yang kami targetkan 300 orang ini. Tapi kami siapkan 400 dosis, dan mudahan yang tervaksin bisa lebih dari target itu nanti,” papar Ambaryati.

Iklan

Menurutnya, pelaku wisata merupakan salah satu target prioritas untuk mendapatkan vaksinasi. Karena perannya dalam sehari-hari yaitu bertemu dengan banyak orang dari dalam negeri terlebih dengan orang-orang yang berasal dari luar negeri.“Walaupun semua yang mau masuk ke hotel sudah diantisipasi dengan persayaratan rapid antigen namun untuk pelaku perjalanan itu kan hanya berlaku dua hari saja, dan tidak ada jaminan untuk tidak terpapar,” katanya.

Ia berpesan kepada semua peserta vaksinasi yang hadir agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan walaupun sudah tervaksin, karena kemungkinan untuk terpapar covid-19 tetap masih ada. Sampai saat ini, sudah ada satu hotel di Lobar yakni Aruna Senggigi Resort & Convention yang telah mencapai seratus persen angka pegawai yang sudah tervaksinasi, dan direncanakan sembilan hotel lainnya dalam dua minggu ke depan akan menyusul.

Weny Kristanti, General Manager (GM) Aruna Senggigi Resort & Convention yang hadir di lokasi vaksinasi sempat memberikan pandangan tentang pentingnya vaksinasi kepada para pelaku wisata. Salah satunya adalah sebagai kampanye bahwa destinasi wisata yang ada di Lobar sudah siap menerima tamu dengan menawarkan keamanan dari kemungkinan terpapar covid-19.
“Sebenarnya vaksin ini untuk kesehatan kita semua dan bisa meyakinkan masyarkat atau tamu luar mau ke Lombok dan memilih hotel kita sebagai tempat menginap, karena kita sudah siap dan karyawan hotel kita semua sudah sehat karena kita sudah seratus persen divaksin,” ungkap Weny.

Karyawan Aruna, lanjut Weny, yang sudah melakukan vaksin dua kali wajib menggunakan pin di lingkungan kerja. Hal itu dilakukan agar menambah keyakinan tamu-tamu agar mau memilih Aruna sebagai tempat menginap. “Mementingkan karyawan dulu sehat, maka kami akan bisa memberikan pelayanan maksimal kepada tamu,” tandasnya.

Senada dengan Weny, GM The Jayakarta Resort & Spa Lombok, Cherry Abdul Hakim juga menyampaikan vaksinasi ini bisa menjadi media promosi untuk pariwisata khususnya Lobar. Tetunya dengan adanya predikat seratus persen karyawan sudah tervaksin, akan menjadi nilai plus bagi sebuah destinasi untuk memperoleh pengunjung.

“Bagaimanapun, pariwisata di NTB, di dalam pulau Lombok sendiri kan kita berkompetisi dengan daerah lain seperti Mandalika, Sembalun dan Gili di KLU serta Kota Mataram. Nah dengan adanya sembilan hotel yang status karyawannya sudah tervaksin seratus persen, itu bisa menjadi bahan jualan tersendiri bagi pariwisata di Lobar, tinggal sekarang konsistensi kita yang harus tetap terjaga,” kata Cherry.

Di tempat yang sama, Teezar Mirza, GM Sheraton Senggigi Beach Resort menyampaikan bahwa tujuan vaksinasi juga sebagai nilai kreadibilitas suatu hotel kepada para pengunjungnya. Dengan status vaksinasi dan penerapan CHSE yang ketat di lingkungan hotel tentu akan memberikan jaminan tersendiri bagi para tamu yang datang.
“Selain memberikan kredibilitas, kita juga sebagai karyawan hotel harus bisa menjadi role model bagi para pengunjung, 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) itu tidak hanya selogan saja. Namun harus kita terapkan betul-betul serta harapannya bisa menjadi contoh bagi hotel-hotel lain dan mengedukasi masyarakat dalam hal ini para tamu,” kata Teezar.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam hal ini Dikes dan Dispar Lobar yang telah memberikan perhatian dan prioritas kepada para pelaku pariwisata melalui program vaksinasi ini. Iberharap dengan adanya program ini, pemulihan pariwisata dan pemulihan ekonomi di Lobar maupun nasional bisa dipercepat.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional