Percepat Capaian Kekebalan Komunal, Panglima TNI Harapkan NTB Segera Masuk Level I

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Jumat, 10 September 2021. Turut mendampingi Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito dan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, berdasarkan asesmen penanganan Covid-19 di NTB, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ia berharap, wilayah NTB segera masuk level I.

‘’Dari hasil asesmen di wilayah NTB, datanya memang turun. Ditandai dengan transmisi komunitas masuk pada level 2. Kemudian, kemampuan responsnya masuk pada level sedang,’’ ujar Hadi Tjahjanto saat memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Jumat, 10 September 2021.

Iklan

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI didampingi Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si., Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito dan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc. Hadi Tjahjanto menambahkan, membaiknya kondisi penanganan Covid-19 di NTB juga ditandai dengan angka positivity rate yang berada di bawah 5 persen sesuai dengan ketentuan World Health Organization (WHO).

Berdasarkan data Pemprov NTB, angka positivity rate dalam tujuh hari terakhir sebesar 3,04 persen. Ada lima daerah yang angka positivity rate di atas rata-rata provinsi, yaitu Sumbawa 5,47 persen, Bima 6,03 persen, Lombok Utara 6,38 persen, Dompu 8,01 persen dan Lombok Timur 11,09 persen.

Sedangkan lima daerah angka positivity rate-nya berada di bawah rata-rata provinsi. Yaitu, Lombok Tengah 2,39 persen, Lombok Barat 2,24 persen, Kota Mataram 1,95 persen, Sumbawa Barat 1,26 persen dan Kota Bima 0,82 persen.

Meskipun sejumlah indikator penanganan Covid-19 di NTB menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Namun, Hadi Tjahjanto mengingatkan semua pihak jangan sampai lengah.

‘’Ini perlu saya sampaikan tidak membuat kita lengah. TNI, Polri dan Pemda, Dinas Kesehatan  terus berupaya untuk menurunkan level yang saat ini dicapai. Yaitu, dengan upaya-upaya penegakan protokol kesehatan 3M,’’ ujarnya.

Penggunaan masker harus dijadikan kebiasaan baru. Kemanapun pergi, harus tetap menggunakan masker. Selain itu, Pemda juga diingatkan melakukan penguatan tracing, testing dan treatment (3T).

Apabila ada yang merasa kurang enak badan, maka harus langsung memeriksakan diri ke dokter atau ke tempat pelayanan kesehatan. Apabila terpapar Covid-19, maka langsung melakukan isolasi mandiri (isoman) atau isolasi terpusat (isoter).

Panglima TNI menambahkan, Pemerintah Pusat akan melakukan percepatan vaksinasi di wilayah NTB. Sehingga, ditargetkan sebanyak 45.000 vaksinasi dalam sehari di seluruh NTB. Sehingga target kekebalan komunal di wilayah NTB segera tercapai.

‘’Asesmen diharapkan segara masuk kepada level I. Dan kemampuan respons juga masuk pada level memadai,’’ harapnya.

Sementara itu, Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si., mengatakan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di NTB dinilai cukup bagus. Sehingga, sekarang ada beberapa kabupaten/kota yang masuk level 3 dan level 2.

‘’Ini merupakan kerja keras dari seluruh stakeholders terkait baik Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur dan Wagub, Kapolda bersama seluruh perangkat, serta Pangdam bersama seluruh jajaran,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan PPKM yang cukup bagus di NTB tak terlepas dari kesadaran masyarakat yang bisa mengikuti anjuran Pemerintah terkait dengan langkah-langkah untuk menurunkan level PPKM tersebut. Namun, ia mengingatkan dengan penurunan level PPPKM, akan ada aktivitas masyarakat yang dilonggarkan pada 10 sektor.

‘’Tentunya, ini harus diwaspadai dan kemudian ditingkatkan protokol kesehatannya. Karena kalau tidak, maka pencapaian dari laju pertumbuhan Covid yang sempat diturunkan. Manakala protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan kuat maka kemungkinan meningkatnya laju pertumbuhan Covid akan kembali meningkat,’’ ujarnya mengingatkan.

Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan harus terus menerus dilakukan. Bagaimana, agar masyarakat selalu menggunakan masker. Walaupun sudah divaksin, harus tetap menggunakan masker. Apalagi masyarakat yang belum divaksin.

‘’Hari ini (kemarin) dilaksanakan vaksinasi serentak, targetnya 45.000. Kalau ini tercapai, tentunya, NTB menjadi wilayah pertama yang bisa menembus target yang diberikan Bapak Presiden dengan pencapaian 2 juta vaksin dalam sehari. Mudah-mudahan itu bisa tercapai,’’ harapnya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional