Perbaiki RTLH di Lotim Jadi “Homestay”

Ilustrasi Rusus

Selong (Suara NTB) – Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tersisa sekitar 30 ribu unit. Puluhan ribu rumah warga miskin ini tersebar di seluruh Lotim. Termasuk di desa-desa wisata. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2020 menghadirkan Program Peningkatan Homestay tipikal khusus. Dipilih RTLH di desa wisata untuk dijadikan homestay.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lotim, Sahri kepada wartawan, Jumat 17 Januari 2020 menjelaskan, tahap rencana pelaksanaannya tahun 2020. Terhadap penanganan RTLH menjadi rumah layak huni untuk para wisatawan.

Iklan

Seiring dengan perkembangan pariwisata diyakini warga Lotim pemilik Homestay bisa meningkatkan taraf hidupnya. Homestay akan dihuni para wisatawan agar bisa meningkatkan pendapatam masyarakat.

Diakuinya, program Kementerian PUPR ini awalnya untuk perkembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Lombok. Di mana selain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Lotim sendiri ada wilayh Sembalun yang jauh hari ditetapkan sebagai wilayah geopark. “Geopark Rinjani,” sebutnya.

Kementerian PUPR sudah melakukan survei lokasi di Sembalun. Semua desa di Kecamatan Sembalun masing-masing 10 unit. “Kecuali Desa Bilopetung karena lokasinya di bawah, sedangkan Sajang, Timbagading, Sembalun, Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung semua masing-masing diberikan 10 unit,” ungkapnya.  (rus)

  Desa Rempung Lakukan Karantina Lokal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here