Perbaiki Pendataan, Samsat Kapal Perikanan Mulai Dioperasikan

H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/humassetdantb)

Sumbawa (Suara NTB) – Setelah di Pulau Lombok, Pemprov NTB mulai mengoperasionalkan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kapal Perikanan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, terutama nelayan.

Peresmian Samsat Perizinan Kapal di Pulau Sumbawa ini dilakukan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Pjs. Bupati Sumbawa, Kadis Kelautan dan Perikanan NTB, Kadis Peternakan, Kadis Perindustrian dan Plt. Kadis Perkim Prov NTB bertempat di Kantor Pelabuhan Perikanan Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Selasa, 27 Oktober 2020.

Iklan

Gubernur mengatakan, kehadiran Samsat Perizinan Kapal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat khususnya para nelayan. Dengan keberadaan Samsat ini, Pemprov NTB ingin memudahkan, mendekatkan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

‘’Kemaslahatan serta kebaikan masyarakat harus kita utamakan bersama,’’ ujarnya Gubernur saat meluncurkan Samsat Perizinan Kapal, Selasa, 27 Oktober 2020.

Ke depan, lanjut gubernur, Samsat perizinan kapal tersebut akan diresmikan di Kabupaten Bima. Menurutnya, keberadaan Samsat Perizinan Kapal ini akan membuat sistem pendataan akan lebih baik. ‘’Saya yakin, keberadaan Samsat Perizinan Kapal ini akan mempermudah serta membantu nelayan,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron Hadi mengatakan, Samsat Perizinan Kapal merupakan implementasi Peraturan Gubernur NTB nomor 44 tahun 2020. “Keberadaan Samsat ini merupakan solusi atas persoalan panjangnya proses pelayanan perizinan kapal nelayan. Jauhnya akses pelayanan bagi nelayan dan waktu yang lama dibutuhkan bagi nelayan untuk mendapatkan izin kapal, saat ini bisa terbantu dengan semakin dekatnya pelayanan di Samsat ini,’’ katanya.

Dijelaskannya, Samsat Perizinan Kapal ini memberikan layanan berupa pengurusan perizinan kapal baik skala kecil di bawah 5 GT maupun kapal-kapal skala 5-30GT. (r)