Perbaikan Sekolah Terdampak Gempa Timbulkan Kerusakan Baru

Ilustrasi Perbaikan Sekolah (suarantb.com/pexels)

Taliwang (Suara NTB) – Perbaikan gedung di sejumlah sekolah terdampak gempa tahun 2018 lalu ternyata menimbulkan kerusakan baru.

“Ada tiga sekolah yang gedungnya rusak karena dampak renovasi gempa,” sebut sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Agus, S.Pd, M.Pd kepada wartawan, Kamis, 6 Februari 2020.

Iklan

Tiga sekolah yang bangunannya rusak karena dampak renovasi gempa itu diantaranya SDN Sepakat, SDN Kalimantong dan SDN 2 Meraran. Perihal kerusakan gedung di tiga sekolah itu dijelaskan Agus, karena aktivitas alat berat yang digunakan saat merubuhkan gedung yang telah didata terdampak gempa.

Oleh pihak pelaksana, tanpa memperhatikan keamanan gedung lainnya. Saat merobohkan gedung yang teridentifikasi rusak akibat gempa, gedung-gedung yang kondisinya baik turut terkena imbas. Padahal tidak masuk dalam program perbaikan pasca gempa. “Jadi yang bagus-bagus ikut rusak terkena runtuhan,” ungkap Agus.

Karena tidak masuk dalam menu perbaikan program pasca gempa, gedung-gedung sekolah itu oleh pihak pelaksana pembangunan enggan mengerjakannya. Agus menyebutkan, meski pihaknya telah mengusulkan, tetapi pelaksana bergeming. Hingga akhirnya bangunan tersebut hingga kini dibiarkan dalam kondisi rusak.

“Ya mau bilang tidak tuntas pekerjaannya tidak bisa juga. Karena itu memang di luar tanggung jawab mereka. Tidak diidentifikasi sejak awal sebagai dampak gempa,” timpalnya.

Karena tidak dapat diperbaiki melalui program rehabilitasi pasca gempa, sementara ini bangunan-bangunan sekolah itu masih dibiarkan dalam keadaan semula. Agus menyatakan, Dinas Dikbud telah mengidentifikasi gedung sekolah tersebut dan berencana akan memperbaikinya menggunakan anggaran daerah (APBD).

“Yang di Kalimantong dan Meraran kita upayakan lewat APBD Perubahan tahun ini. Sementara SD Sepakat sudah bisa ditalangi lewat DAK (dana alokasi khusus),” bebernya.

Berdasarkan hasil pendataan Dinas Dikbud KSB, kerusakan bangunan gedung yang terdampak oleh program renovasi sekolah pasca gempa itu bervariasi di tiap sekolah. Di SD Sepakat terdata 2 gedung sekolah dan 1 bangunan toilet, di SD Kalimantong satu unit bangunan toilet sekolah, sementara di SD 2 Meraran gedung ruang gurunya.

“Tapi kita tetap bersyukur ya. Meski sekolah-sekolah itu ada ruangannya yang tidak dapat digunakan sementara ini karena rusak. Tapi itu tidak mengganggu aktivitas siswa dalam belajar,” pungkas Agus. (bug)