Perbaikan Permanen Empat Jembatan Putus Butuh Rp20 Miliar

Ilustrasi jembatan rusak (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak lima jembatan milik provinsi putus di wilayah Bima dan Dompu akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Akibat keterbatasan anggaran,  baru satu jembatan yang dapat diperbaiki.

Satu jembatan lagi diperbaiki darurat agar dapat digunakan oleh masyarakat. Pemprov NTB membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar memperbaiki secara permanen empat jembatan yang putus. Penanganannya paling lambat dilakukan 2020 mendatang.

Iklan

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Syahdan, ST, MT mengatakan, satu jembatan sudah diperbaiki permanen oleh BPBD NTB, yakni jembatan Kananta Bima.  Sementara empat jembatan lainnya masih dilakukan perbaikan darurat.

‘’Pembangunan jembatan sementara sudah kita lakukan supaya masyarakat tak terisolir. Untuk rehab rekon kita masih menunggu anggaran sesuai tingkat kerusakan,’’ kata Syahdan dikonfirmasi Suara NTB, Rabbu, 10 April 2019.

Ia menyebutkan, lima jembatan yang putus berada di Bima dan Dompu. Yakni Jembatan Simpasai. Untuk Jembatan Simpasai dilakukan perbaikan darurat oleh Pemkab Bima menggunakan rangka baja. Perbaikannya bersifat sementara agar dapat dilalui kendaraan dan warga.

Kemudian Jembatan Kananta, yang sudah mulai diperbaiki permanen. Untuk perbaikan jembatan Kananta sudah dilakukan teken kontrak antara BPBD dengan kontraktor pelaksana.

Tiga jembatan lainnya yang putus adalah Jembatan Boro I, Jembatan Boro II dan Jembatan Rasabou.

Syahdan mengatakan untuk perbaikan permanen empat jembatan milik provinsi ini masih belum dapat dilakukan pada 2019 ini. Paling lambat, perbaikan permanen dapat dilakukan 2020 mendatang.

Ia mengatakan jembatan provinsi yang rusak ini bentang pendek. Sehingga satu jembatan diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp5 miliar. Sehingga untuk perbaikan empat jembatan butuh anggaran sekitar Rp20 miliar.

‘’Untuk perbaikannya kita ajukan ke BPBD. Kita juga berusaha nanti, kalau tak keluar anggaran dari pusat,  kita akan masukkan ke program percepatan 2020,’’ jelas  Syahdan. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here