Perbaikan Jalan Terpencil Tunggu Rekomendasi Gubernur

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Jalan rusak parah yang menghubungkan ke dua dusun terpencil, Nanga Lidam dan Tanjung Bele desa Olatrawa di kecamatan Moyo Hilir diharapkan dapat tertangani pada 2019. Realisasinya kini menunggu terbitnya rekomendasi dari Gubernur. Mengingat jalan menuju ke dua dusun tersebut masuk hutan tutupan dan luasnya di bawah lima hektar, sehingga pengerjaan untuk jalan mesti ada rekomendasi Gubernur.

Sebagaimana disampaikan Camat Moyo Hilir, Amiruddin, pihaknya bersama pemerintah desa sudah bertemu dan mendapat lampu hijau dari Komisi III DPRD Sumbawa. Perbaikan jalan sepanjang 15 kilomter dari Simpang Olatrawa menuju kedua dusun akan dianggarkan pada APBD mendatang. “Komisi III sudah menjanjikan, kalau tidak hotmix berarti lapen sepanjang 15 Kilometer,” terangnya.

Iklan

Namun, mengingat kawasan yang dilalui sebagian jalan tersebut adalah hutan tutupan, maka mesti berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan LHK) Provinsi. Bersama Tim dari Balai KPH Batulante, pihaknya telah turun bersama melakukan pengukuran ke lokasi dan penggunaan untuk jalan luasnya dibawah 5 hektar.

“Hasil koordinasi kami dengan Dinas LHK Provinsi, untuk penggunaan kawasan dibawah 5 hektar, harus atas rekomendasi Gubernur. Sekarang tinggal mmenunggu usulan dari Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa untuk penerbitan rekomendasi Gubernur. Kalau suah terbit rekomendasi tersebut, maka tahun depan jalan tersebut sudah bisa dikerjakan oleh Dinas PUPR,” pungkas Amiruddin. (arn)