Perbaikan Atap Islamic Center Jadi Prioritas

Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menempatkan perbaikan atap Islamic Center (IC) menjadi prioritas untuk ditangani dalam waktu dekat ini. Pemprov sudah beberapa kali menggelar rapat terkait dengan rehabilitasi IC yang menjadi ikon NTB tersebut.

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si menjelaskan, Dinas PUPR akan segera memperbaikinya. Ia memastikan dalam APBD 2020, sudah dialokasikan anggaran untuk rehabilitasi IC.

Iklan

‘’Itu dari Dinas PU pada tataran teknis sudah akan segera memperbaiki. Nanti secara teknis, segera diperbaiki yang penting sesuai ketentuan. Dan nanti kita carikan jalan yang terbaik. Yang penting masalahnya selesai,’’ katanya Senin, 10 Februari 2020.

Perbaikan beberapa fasilitas yang rusak di IC menurut Gita, akan melihat skala prioritas. Untuk saat ini, katanya, perbaikan atap yang bocor sangat mendesak ditangani. ‘’Yang bocor dulu kita selesaikan. Di APBD kita ada anggarannya. Dan kita akan selesaikan, baik yang bocor dan lainnya. Atap yang bocor dulu prioritas,’’ katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM menyebutkan tahun ini dialokasikan anggaran sebesar Rp900 juta untuk rehabilitasi IC. Ia mengatakan, anggaran sebesar itu memang sangat minim jika melihat kondisi kerusakan IC pascagempa 2018 lalu.

‘’Tetapi akan kita upayakan. Pertama yang bocor dan yang lain-lain diprioritaskan,’’ katanya.

Penanganan perbaikan sejumlah bagian dan fasilitas yang rusak akan dilaksanakan setelah dilakukan pelelangan atau tender. Ia menargetkan dalam sebulan atau dua bulan mendatang fasilitas yang rusak di IC akan segera diperbaiki.

Perbaikan fasilitas yang rusak di IC, kata Azhar memang butuh waktu. Karena proyek rehabilitasi itu harus ditender dulu. Bidang Cipta Karya Dinas PUPR NTB sudah mengecek bagian atap IC yang bocor. Untuk mengetahui letak kebocorannya, sehingga penanganannya tepat.

Total kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi IC pascagempa sekitar Rp15 miliar. Namun, tahun 2019 hanya dialokasikan sebesar Rp3 miliar. Kemudian pada 2020 sebesar Rp900 juta. Karena alokasi anggaran untuk rehabilitasi terbatas, maka dilakukan perbaikan secara bertahap. Dan penanganan atap IC yang bocor menjadi prioritas. (nas)